The Iceberg of Success

Pertama kali gue masuk kerja, gue pikir gue spesial karena background gue dari universitas yang lumayan, lalu gue juga banyak pengalaman di organisasi. Dosen-dosen gue dulu bilang, kalo lulusan kampus gue akan gampang “naik”nya. Ya, mendaki tangga karir maksudnya. Kata mereka “Awalnya akan kalah dulu karena kalah keahlian teknis, tapi lambat laun akan menyusul dan akhirnya menang”. Doktrin itu akhirnya kebawa sampe masuk dunia kerja.

Tapi akhirnya, gue dihadapkan sama kenyataan yang dirangkum apik sama gambar di bawah ini:

https://businessideaslab.com/wp-content/uploads/2015/07/the-iceberg-illusion.jpg
The Iceberg of Success. Sumber

Ada salah satu pelajaran yang missed dari 4 tahun gue di kampus itu, yaitu belajar apa yang di bawah gunung es kesuksesan.

  • Persistence | Keuletan
  • Failure | Kegagalan
  • Sacrifice | Pengorbanan
  • Dissapointment | Kekecewaan
  • Good habits | Kebiasaan yang bagus
  • Hard work | Kerja keras
  • Dedication | Dedikasi

Gue pikir gue udah setara sama temen-temen gue yang lain, dalam hal kemampuan otak, ambisi atau yang lainnya.

Gue pernah liat ada temen gue yang posturnya bagus, tegap jadi dia disukai banyak cewek. Gue pikir “Ah, udah dari sananya”. Itu respon yang sama kalo gue lihat temen gue yang pinter, “Ah, udah dari sananya”. Gue ga lihat sehari-hari mereka rajin belajar, dan gue sibuk dengan kegiatan yang lain. Dan pada akhirnya, gue semena-mena ngeklaim kalo gue udah setara sama temen-temen gue yang lain. Padahal ga ada secuilnya.

Gue sama sekali ga ngeh hal itu, sampai gue ketemu orang yang super rajin di kantor. Karena gue 9 jam setiap hari di kantor, maka gue tau gimana kegiatan orang tersebut. Satu kata, ulet. Saat gue lagi ngantuk, doi sibuk dengan kerjaannya. Saat gue gak konsen meeting, doi sibuk baca-baca bahan meeting dan usaha untuk involved. Saat ada orang yang ulang tahun, doi sibuk mingle. Not a surprise, doi jadi opsi pertama setiap kali ada proyek apapun di kantor.

Tapi kalo ga ada kejadian ini, gue ga akan ngerti bagaimana dissapointment dan failure. I am great at dissapointment and failure, btw. Dari pengalaman gue ini, lo juga harus belajar. Gue udah nulis berkali-kali kalo “pengalaman adalah guru yang terbaik” itu salah. Yang bener adalah “pengalaman orang lain adalah guru yang terbaik”. So learn from my mistakes, bro.

Anyway, dari dasar gunung es kesuksesan ini, gue yakin suatu hari gue akan sampe ke puncaknya.

Advertisements

One thought on “The Iceberg of Success

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s