#Ideasharing: Mentor, Sosial Media Solusi Masalah Sehari-hari

Kali ini gue akan share ide mengenai aplikasi sosial media yang menurut gue super penting di masa kini. Ide ini gue dapet saat gue kemarin pulang kampung ke rumah dan ngobrol dengan adek gue. Adek gue ngajak diskusi soal investasi, cara-cara beli rumah dan tetek bengeknya. Banyak hal yang gue mau jelasin tapi waktu gue sempit sehingga gue cuma ngejelasin kulitnya aja.

Garasi Rumah
Btw, adek gue. Jual barang second hand and vintage di Garasi Rumah. Go get ’em!

Sebagai seseorang di mid-twenties, gue ngalamin sendiri bahwa banyak ilmu yang ga diajarin di sekolah. Bokap gue sakit, jadi banyak pelajaran hidup yang harus gue pelajari sendiri. Dari sesimpel cara mengucapkan duka cita tanpa kesan awkward, sampai ke cara mengatur keuangan pribadi. Sebenernya banyak tutorial yang ada di internet, tapi banyak dari artikel tersebut yang ga applicable, atau kalo pun applicable, tidak bisa menuntaskan masalah.

Gue yakin banyak young adults di luar sana yang juga butuh bimbingan. Kalo berkaca pada pengalaman, knowledge gap antara remaja yang tumbuh di Ibukota dengan remaja tumbuh di daerah masih jauh. Itu baru soal letak geografis, belum lagi kesenjangan ekonomi dan infrastruktur pendidikan. Gue perantau dari daerah maka dari itu tau bahwa di daerah banyak otak brilian yang layu sebelum berkembang karena ga tau mau ngapain setelah sekolah.

Nah, ide gue adalah bikin satu sosial media yang berfungsi untuk mengurangi knowledge gap ini.

How it Works

Mentor adalah sosial media sekaligus project management app yang menghubungkan pengguna, yang butuh informasi/solusi atas permasalahan di real life, dengan orang yang berpengalaman dalam permasalahan tersebut (mentor). Cara kerjanya adalah user memasukkan goals yang ingin dicapai, kemudian user tersebut akan dikumpulkan dalam kelompok kecil (circle) yang memiliki goals yang sama. Saat limit anggota circle terpenuhi, admin akan melakukan seleksi Mentor. Mentor adalah user verified yang bertugas sebagai pembimbing. Dalam 6 bulan ke depan, Mentor ini akan memantau progress dari circle yang dia bimbing lewat fitur project management di app tersebut. Setelah 6 bulan, Circle dan Mentor akan melakukan evaluasi untuk memutuskan perpanjang atau tidaknya project tersebut. Anggota Circle yang belum mencapai goal-nya bisa mengikuti project batch selanjutnya. Mentor akan dapat reward jika banyak anggota Circle yang berhasil mencapai goals-nya. Sedangkan Anggota Circle yang berhasil, bisa jadi Mentor untuk project selanjutnya. Begitu seterusnya.

people-coffee-tea-meeting-large
Sumber

Misalnya: Gue bingung bagaimana memulai untuk mempersiapkan pernikahan di Jakarta. Gue akan request mentor lewat aplikasi ini. Setelah terkumpul, misal 8 orang, seorang Mentor akan di-assign ke circle gue. Gue mengirim data-data sesuai dengan permintaan Mentor. Mentor kemudian melakukan penilaian ke tiap-tiap anggota circle dan kemudian membuat project plan untuk waktu 6 bulan. Setiap orang akan mendapatkan plan sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuannya.

Dalam plan tersebut terdapat milestones atau checkpoints yang harus dicapai oleh anggota circle tiap minggu. Mentor kemudian melakukan monitoring dan konsultasi rutin. Kadang bisa juga kopdar, supaya makin akrab.

How it Helps

Pengalaman orang lain adalah guru yang terbaik

Keuntungan yang paling utama buat user adalah app ini bener-bener membantu user mengatasi permasalahan di kehidupan sehari-hari. Sebagian dari kita mungkin ada yang dalam kondisi tidak punya orang sebagai tempat bertanya. Ga ada yang mau jatuh ke lubang yang sama toh? Makanya app ini menjembatani user untuk saling bantu membantu dengan share pengalamannya. Lebih dari sosial media lain, Mentor memungkinkan lo untuk connect dan komunikasi intens ke orang yang punya pengalaman lebih. Hal ini super positif karena bisa lebih ngebuka pemikiran lo.

App ini juga menghidupkan kembali semangat gotong royong. Saat lo ada masalah, lo punya circle yang bisa ngerti elo dan permasalahan lo itu. Ga cuma ngerti, circle lo ini juga bisa ngasih solusi berdasarkan pengalaman mereka. Dalam konteks ini, gotong royong bukan diartikan sempit seperti kerja bakti minggu pagi, tapi ini adalah bentuk gotong royong intelektual.


Thanks for reading. Ini ide gue soal pemanfaatan positif teknologi dan sosial media. Please klik Like dan Share kalo lo suka dengan ide ini. Lo juga bisa follow dengan isi kolom di samping. Selamat membaca tulisan gue yang lain! 🙂

Advertisements

One thought on “#Ideasharing: Mentor, Sosial Media Solusi Masalah Sehari-hari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s