Ada Yang Pengen Liat Superhero Marvel/DC Mati Selain Gue?

Di post sebelumnya mengenai Suicide Squad, gue cerita sedikit soal alasan suicide squad jauh dari ekspektasi. Setelah gue pikir-pikir, kondisi yang sama juga terjadi di film-film superhero Marvel/DC yang gue nonton sebelumnya.

Sama seperti kebanyakan bocah 90an, gue nonton Power Ranger di TV dan baca komik Dragon Ball. Cerita superhero pada waktu itu: siksa superhero sampai mau mati, kemudian, saat sakaratul maut, cari cara agar superhero ini bisa survive dan fight back. Begitu terus. Contohnya Power Ranger; ceritanya pasti seperti ini:

  1. Kehidupan normal
  2. Ada monster
  3. Monster kuat, power ranger kalah
  4. Power ranger ngeluarin robot raksasa
  5. Robot raksasa menang
  6. Jika robot raksasa kalah, muncul robot raksasa baru yang lebih kuat

Ada fase dimana superhero bener-bener mau kalah lalu kemudian fight back dengan segala kekuatan. Emosi penonton jadi naik turun saat tau jagoannya sedang di titik darah penghabisan. Di saat genting seperti itu, penonton seperti menyatu dengan superheronya. Itulah inti dari film superhero yang bagus.

Ingat saat Goku kewalahan lawan Buu dan akhirnya ngeluarin jurus pamungkas Bola Semangat?

Emosi seperti itu yang gak gue dapet dari film superhero Marvel/DC belakangan ini. Setelah gue pikir-pikir, ini alasan-alasannya.

Antagonis Abal-abal

Source

Coba lo inget-inget siapa lawan Avenger di Avenger 2, apa motifnya dan bagaimana akhirnya. Kemungkinan besar lo lupa, karena memang tokoh antagonisnya ga ikonik (Jawabannya Ultron, btw).

Di tengah gempuran superhero superstar macem Avenger, Batman V Superman dan Suicide Squad, tokoh antagonis seperti aktor kelas dua. Pengenalan background dan motifnya kurang, sehingga ga ada alasan orang percaya bahwa antagonis itu bener-bener berbahaya. Dialog-dialognya juga kurang dipikirin; coba ada yang inget satu quote dari Ultron atau saudaranya Echantress, ga? Bahkan, ada antagonis yang dibikin lemah padahal versi komik/novelnya super kuat, contohnya Doomsday.

Antagonis yang menarik, sebenernya bukan hanya terkait dengan kekuatan. Aspek lain adalah background dan cara penggambarannya. Masih ingat T1000?

T1000 dari Terminator 2. Source

T1000 pasti kalah kalo adu kekuatan lawan Ultron, Malekith, atau Enchantress. Tapi T1000 ini sangat ikonik dan memorable. Tanpa harus susah-susah ngancurin satu kota, T1000 berhasil bikin penonton takut gara-gara “tega” bunuh anjing peliharaan dan orang random.

Ada salah satu scene di Suicide Squad yang nunjukin Joker (Jared Leto) ngebunuh orang dengan pistol di sebuah pub. Inti dari scene ini adalah untuk nunjukin betapa gilanya si Joker, tapi sayangnya scene ini gagal.

Halo! Orang gila gak bunuh orang pake pistol, tapi pake pensil.

encyclopedia pencil uncyclopedia apple pencil
Ini baru yang namanya psikopat. Scene gila yang efektif. Source

Pertarungan Anti Klimaks

Oke, let’s say, Marvel/DC berhasil bikin antagonis super kejam yang meyakinkan. Namun PRnya masih ada, yaitu bikin scene superhero kewalahan ngelawan antagonis itu.

Jagoan kalah dulu. Source

Ini yang selama ini belum ada di film superheronya Marvel/DC. Selama ini film superhero lebih banyak ngebahas background superhero dan banyak (kebanyakan) bocoran buat film yang selanjutnya. Kalopun ada, ga terlalu meyakinkan. Sehingga emosi penonton tidak ikut larut. Gue ga inget klimaks pertarungan protagonis vs antagonis di Ironman, Thor, Guardians, Avengers atau Batman V Superman karena saking ga memorable-nya.

Ada juga pertarungan yang mirip akrobat. Gue bilang mirip akrobat karena gue sama sekali ga kuatir ada hero yang mati atau, paling ga, luka serius. Contohnya pertarungan kubu Ironman vs Captain America di Civil War. Meskipun banyak ledakan, pukulan dan tendangan, superheronya ga luka-luka amat.

civil war trailer captain america civil war
Meledak semua, tapi ga ada yang mati. Source

Pertarungan yang klimaks itu pertarungan yang berhasil mengaduk-aduk emosi penonton. Umumnya, protagonis kalah duluan kemudian, somehow, bisa balas. Atau mungkin solusinya: Marvel/DC matiin salah satu tokoh superheronya dan ga usah dihidupin lagi. Biar orang tau kalo kematian di film superhero itu bener-bener serius.

Mati aja ga usah idup lagi. Source

Salah Internet Marketing

Misalnya ada salah satu anggota Justice League yang mati, let’s say, Superman sesuai ending Batman V Superman, gue ga bakal percaya Superman bener-bener mati karena saat gue liat review, diskusi atau iklan di internet, ada bocoran yang berkata sebaliknya. Ini contohnya:

Man of Steel News
WTF. Superman hidup lagi.

Kebanyakan bocoran malah bikin yang nonton ga semangat karena tau (misal) Avenger ga mungkin kalah karena di tahun 2017 ada film Avenger lagi -__-. Meh.

 

Terus Gimana Dong?

Ya ga gimana-gimana.

Sejauh ini, Marvel/DC bikin gue mikir:

Film superhero Marvel/DC itu popcorn movie alias buat seneng-seneng doang. Jadi nontonnya ga perlu pake mikir 🙂


Thanks udah baca tulisan ini! Haha. Apa pendapat lo soal film superhero yang makin lama makin cemen? Atau lo pikir film superhero sekarang malah lebih baik? Either way, tulis di kolom komen yah. 

Advertisements

6 thoughts on “Ada Yang Pengen Liat Superhero Marvel/DC Mati Selain Gue?

  1. Actually, superhero movies just for entertain aja gitu. Gue pribadi bukan penggila superhero movie, nonton film mereka cuma karena ada spoiler2 tertentu aja.

    Entah kenapa, makin ke sini film2 superhero ini gak lebih dari sekedar sinetron2 indonesia. Hahahahah
    Let’s say superhero movies-series 😂
    Memang kebutuhannya hanya untuk hiburan semata sih, tanpa ada nilai moral dan atau apapun yang bisa naikin kualitas diri para penontonnya. Yah, itulah kebutuhan manusia modern zaman sekarang, Bro 😁

    Like

    1. Wah, makasih udah komen 😀

      Kadang ada rasa nyesel nonton film superhero, kok plotnya gini-gini aja. Sampe kadang merenung, apa gue bukan lagi target market film superhero alias ketuaan ya -__-

      Like

  2. Aku ngikutin banget tuh Dragon ball mpe sekarang yg seri Super Saiyan God, klo Goku kan dia udah pernah mati juga walaupun akhirnya dia dihidupin lagi pake dragon ball, aku ga suka superhero Marvel, emang bner sih ceritanya gitu2 aja&bisa ketebak. Lebih seru dragon ball deh pokoknya!!

    Like

  3. menarik juga ulasannya. Tapi kalau ngeliat film superhero terakhir yang gw tonton Batman vs Superman dan The Avenger terakhir itu seperti nyeritain era di masa si superhero lagi terjebak sama perdebatan soal melindungi dunia dari tangan jahat. Juga pelajaran dari ujian apakah teman mu itu lawan atau betul kawan??

    Karena cerita superhero yg melawan tokoh antagonis itu sudah terlalu biasa…. sejak dulu ceritanya seperti power rangers itu… terlalu klasik sudah ketebak jalan ceritanya. Si penulis komik ingin sesuatu yang berbeda. Pendapat gw aja sih

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s