Apa Yang Terjadi Jika Harga Rokok Rp 50 Ribu Per Bungkus?

black-and-white, cigarette, smoke

Ada yang unik di berita hari ini. Ada isu bahwa harga rokok akan menjadi Rp 50 ribu per bungkus (Bintang.com). Hal ini bisa terjadi karena pemerintah menyesuaikan tarif cukai rokok. Entah hoax atau benar, tapi rencana ini menarik untuk dianalisa dampaknya.

 Selama ini, industri rokok memang sudah dilemahkan dengan segala macam cara. Mulai dari pelarangan penayangan iklan di jam-jam tertentu sampai dengan kewajiban menampilkan gambar akibat merokok di bungkus rokok. Dari sisi konsumen, perokok diperlakukan seperti pesakitan. Perokok dilarang untuk merokok di sembarang tempat dan disediakan tempat khusus untuk merokok. Tempat khusus ini biasanya terpencil dan tidak nyaman. Bahkan di kantor gue, tempat ngerokok disebut kandang monyet karena tempatnya yang tersendiri dan panas.

Hasilnya pun sedikit demi sedikit terlihat. Semula, rokok identik dengan kejantanan dan “keren”. Imej itu perlahan berubah. Dari pengamatan gue, sudah banyak yang melihat rokok dan perokok sebagai sesuatu yang mengganggu.

Jika Harga Rokok Naik Jadi Rp 50 Ribu

Satu hal yang pasti jika harga rokok naik jadi Rp 50 ribu adalah turunnya konsumsi rokok. Turunnya konsumsi rokok akan menurunkan produksi rokok. Turunnya produksi rokok akan membuat produsen rokok mengurangi tenaga kerja mereka sehingga banyak buruh pabrik rokok akan diberhentikan. Selain itu, imbasnya akan sampai ke hilir yaitu ke perkebunan tembakau.

Menurut data dari Kajian Singkat Potensi Dampak Ekonomi Industri di Indonesia yang dikeluarkan grup Bentoel, industri rokok melibatkan sekitar 5,98 juta pekerja terdiri dari 4,28 pekerja di sektor manufaktur dan 1,7 juta pekerja di sektor perkebunan. Pekerja-pekerja ini tersebar di sentra utama industri rokok yaitu Kediri, Kudus, Malang dan Surabaya.

Selain itu, industri rokok menyumbangkan pajak sebesar Rp 131 triliun rupiah pada tahun 2013. Jauh lebih besar daripada industri kesehatan dan telekomunikasi yaitu hanya sebesar Rp 3 triliun. Nilai tersebut mengalami kenaikan secara konsisten dari tahun 2009.

Perbandingan Dengan Industri Lain

Kontribusi Perpajakan
Source

Tentu kajiannya akan berlanjut ke kesiapan pemerintah dalam mengantisipasi akibat kenaikan harga rokok ini.

Sudah memadaikah Balai Latihan Kerja di daerah-daerah?

Sudahkah ada langkah preventif untuk menanggulangi naiknya angka kriminalitas terkait bertambahnya pengangguran?

Siapkah pemerintah pusat menghadapi penurunan pendapatan dari industri rokok?

Bagaimana pemerintah daerah menghadapi imbas penurunan pendapatan ini?

Bagaimana pula dengan penurunan pendapatan rumah sakit akibat orang jarang jatuh sakit akibat rokok?

 

Disney Pixar disney angry mad pixar
Source

Terserah Data Ngomong Apa

Pokoknya gue dukung kalo cukai rokok naik.

Logika simpel: Sudah waktunya kita mengakui bahwa industri rokok adalah suatu kesalahan. Seberapa pun pentingnya industri rokok terhadap perekonomian Indonesia, efeknya ga bisa dibandingin dengan rusaknya generasi muda akibat rokok.


Thanks for reading. Terima kasih sudah memaklumi minimnya logika dan argumen di tulisan kali ini. Apa sebab? Gue kira tidak perlu logika untuk menjawab pertanyaan “Apakah anda setuju kenaikan cukai rokok?”. Gue ga ngerokok dan gue ga suka orang yang ngerokok. Judgmental tapi ya memang itu adanya.


Update #1: Bagaimana Jadinya Rokok Setelah Adanya Kenaikan Harga Ini?

Rokok tidak akan menjadi barang ekslusif. Imej perokok telah lama dirusak oleh pemerintah, dengan cara-cara berikut:

  • Pembatasan iklan di prime time TV, jalan dan lain sebagainya. Iklan merupakan alat dari perusahaan rokok untuk menanamkan ide bahwa rokok adalah sesuatu yang keren dan macho. Pembatasan iklan mengurangi kemampuan perusahaan rokok untuk menanamkan ide tersebut.
  • Sebagai counter, pemerintah mewajibkan untuk memasang gambar penyakit di bungkus rokok dan mendanai kampanye anti rokok. Sehingga, imej keren dan macho rokok perlahan luntur dan digantikan dengan imej pesakitan.
  • Pembatasan tempat untuk merokok. Di tempat-tempat umum di Jakarta, telah terdapat larangan merokok. Perokok yang ingin merokok disediakan tempat tersendiri. Tempat merokok ini terkadang tidak layak dan tidak nyaman. Hal ini semakin menguatkan imej perokok sebagai pesakitan.

Hubungan ketiga poin di atas dengan eksklusivitas imej rokok adalah rokok akan dipandang sebagai barang kotor yang hanya bisa dijual di tempat-tempat tertentu dan dinikmati oleh orang tertentu pula. Deskripsi barang kotor tersebut sama dengan minuman keras, jadi gue berpendapat bahwa treatment rokok nantinya akan sama dengan treatment minuman keras. Seperti halnya minuman keras, mungkin kedepannya rokok hanya bisa dinikmati di club/cafe/restoran khusus.

Pertama kali di-post di diskusi Kaskus.


Update #2 (27/8/2016) : Rontoknya Harga Saham Perusahan Rokok

Isu Harga Rokok

Pada hari ini Sabtu (27/8/2016), gue ngecek ke Google soal berita harga saham perusahaan rokok dan hasilnya adalah harga saham perusahaan rokok, yang tercermin di PT Gudang Garam dan PT Hanjaya Mandala Sampoerna, sempat jatuh.

Fenomena ini semakin buat gue yakin bahwa cukai rokok akan naik di waktu dekat. Kenaikan Rp 50.000,00 terlalu drastis dan malah akan bisa merugikan pelaku dan tenaga kerja di industri rokok. Jangan sampai kenaikan ini juga berdampak penurunan pendapatan pemerintah dari industri rokok karena penurunan konsumsi rokok terlalu drastis.Perihal nominal kenaikan cukai rokok pasti sudah jadi prioritas pemerintah agar pemerintah dapat mencapai kedua tujuannya yaitu: menaikkan pendapatan cukai dari industri rokok dan menurunkan jumlah perokok.

 

Advertisements

16 thoughts on “Apa Yang Terjadi Jika Harga Rokok Rp 50 Ribu Per Bungkus?

  1. aduh, gw sih orang paling gembira kalau sampai rokok harganya dimahalin. Faktanya yg ngisep rokok itu kebanyakan yg “miskin” lho justrunya, sedihh… kalo liat anak2 SMP udh ngisep di bus. Harganya mahal pasti mending buat beli nasi bungkus. hehehe

    Di luar negeri udah lama banget begitu, makanya sampe temen nitip wlw cuma sebungkus pun pernah pas mau traveling ke Singapur saking mahalnya rokok disana. Dan enaknya pasti kena denda ketahuan ngerokok sembarangan di tempat umum.

    Like

  2. aku perokok, tp buatku itu gk terlalu masalah. mungkin kami para perokok aktif bisa berhenti perlahan. lalu bagaimana mereka yg bekerja di perusahaan rokok? petani tembakau? apa sudah di siapkan pekerjaan buat mereka jika dg dinaikanya harga rokok berdampak buruk bagi perekonomian mereka?

    Liked by 1 person

    1. Terima kasih atas komennya. Setuju dengan inti dari komen Pak/Mas Erwin. Yang pertama kali saya pikirkan tentunya nasib dari buruh/petani di industri rokok. Dari angka yang ada di sumber, ada berjuta orang yang pencahariannya bergantung di industri ini.

      Di lain sisi, kenaikan harga rokok, menurut saya tidak terhindarkan. Dari data yang ada di artikel saya, harga rokok di Indonesia termasuk yang paling murah (disesuaikan dengan GDP) jika dibandingkan dengan negara lain. Selain itu, efek negatifnya juga kita semua sudah sama-sama tahu.

      Ada problem yang muncul saat pemerintah tiba-tiba menaikkan harga rokok menjadi Rp 50 ribu, atau kurang lebih 250%. Pertama tentunya pemberhentian buruh/tani besar-besaran, dengan alternatif pekerjaan yang kita belum tahu. Kedua, orang-orang akan menimbun rokok. Ketiga, muncul rokok dengan cukai aspal.

      Kalo bicara normatif, ya pemerintah secara bertahap menaikkan harga rokok sambil mempersiapkan buruh-buruh ini agar bisa punya keterampilan untuk kerja. Niat pemerintah sudah sangat bagus karena progress pengetatan industri ini sangat jelas terlihat (pelarangan iklan, sponsorship dll). Namun, informasi mengenai persiapan skill eks-buruh rokok yang rupanya belum di-sounding di media (atau malah belum disiapkan sama sekali, saya belum tahu).

      Like

  3. Pemerintah yang begok keluarin kebijakan, karena mau mengurangi perokok, harga rokok dinaikkan. Gk usah ambil risiko dengan menaikkan harga rokok, cukup penjualan y aja dibatasi, penjual rokok dilarang menjual rokok pada anak dibawah umur 20 thn, orang tua yang memberikan rokok pada anak dibawah umur bisa dipidanakan, toko yg menjual rokok pada anak dibawah umur bisa dipidanakan n dicabut isin usaha y. “Gitu aja dah”

    Like

  4. Saya setuju dengan bung Ilham saya pikir itu cara yang lebih bijak dan tidak menemui perpanjangan pertimbangam, nantinya toko atau warung yg menjual rokok mendapat lisensi dari yg berhak seterusnya bagi para pembeli menunjukan KTP nya bahwa usia pembeli sudah 18+ atau seperti bung Ilham 20+ adapaun pembelian hanya dapat satu sampai tiga bungkus saja agar tdk ada pembelian ulang, so bagi para perokok juga harus tahu tempat dan etikanya jikalau merokok tidak di tempat umum atau ramai banyak orang, jikapun ada anak-anak, ada yg menjual rokok kepada anak-anak buatlah peraturan tentang itu semua saya kira jangan samakan bangsa ini dg bangsa yg lain seperti Singapura dsb. Butuh terobosan nyata berbeda tak masalah bukankah tujuannya menekan perokok di usia remaja atau produktif

    Like

  5. Saya setuju dengan pembatasan pembeli rokok tp jangan dinaikan krn efek dominonya luar biasa temen2 saya banyak yg sajana d3 yg kerja di pabrik rokok blm yg lulusan sma sederajat pasti akan ada phk besar blm lagi petani tembakau dn cengkeh. Pokoknya NKRI jngn disamakan dngn negara lain yg ribet sm aturan. Bagi saya NKRI adalah bagian secuil dari surga.

    Like

  6. Ya di coba dulu sebulan 2 bulan, berdoa aja gak morat marit, ikuti dulu kata pemerintah. Tapi kalo ekonomi udah morat marit berdampak kenaikan harga dimana mana yaaa yg setuju setuju aja jangan ngamuk ngamuk nantinya . Semoga kenaikan harga rokok ini udah di pertimbangkan dengan matang oleh pemerintah. Oya kalo mau di bandingin sama luar negri yg harga rokoknya mahal ya kalo di luar negri khususnya negara maju soalnya mereka pendapatan yg besar bukan di industri ini
    CMIIW

    Like

  7. harga rokok dinaikin bukan solusi yg tepat,orang yg sudah kecanduan rokok ga bakalan nyesel karena setiap kenaikan harga rokok tidak menjadi penghalang bagi pecandu untuk berhenti merokok,seperti halnya dgn narkoba meskipun harga 1 gram melebihi dari harga logam mulia klo ufah kecanduan tetap aja dibeli apalagi rokok yg tidak ada bafan hukum yg melarang untuk merokok,klo pemerintah mau tegas dan benar2 memperjayikan akan kesehatan masyarakatnya lebih baik hentikan aja pabriknya ngga usah beralasan menaikan harga rokok,dgn alasan apapun apakah alan dinaikan harga atau tidak tetap aja dampaknya buruk bagi masyarakat,mungkin dampak baik hanya untuk kalangan tertentu,saya mantan pecandu rokok berhenti merokok hanya karena kesadaran diri sendiri bukan dari iklan atau suruhan

    Like

  8. Tidak akn jd masalah buat pengusaha produsen rokok.mereka tdk akn bangkrut.tidak akn trjadi pula phk besar2an.liat aja nanti.krn apa?krn produsen rokok akn memilih mengeksport rokok mereka.dgn dibayar menggunakan dollar bung.dibanding dibayar dgn rupiah utk konsumsi dlm negeri.akn lebih menguntungkan bukan?disamping itu pendapatan negara jauh lebih besar.naudzubillah ini sudah menyangkut kepentingan orang2 besar di indonesia.sy sendiri juga perokok berat.bingung juga besok akn merokok tingwe jadinya.alias linteng dewe

    Like

  9. Negara tanpa telinga..
    Yg dulu prnah mati..
    N hdup dgn rupa setengah jadi..
    Pnya aturan bkn utk mnsjahterakn masyarakat..
    Malahan mnjdi msyarakat miskin terkebiri..
    Sudah lh prut kami kurus malahan kw kuruskn lgi..knapa pjabat kw biar kn buncit mkn hak msyarakat..kalau emang negara ini ingin d sma kn dgn negara laen…genah kn dulu kasus2 yg smp skrg blm genah2…ini sudah mau buat aturan baru..sdar diri lh…msih bnyak hal yg blm becus kalian urus..mungkin krn srjana dapat beli…jd otak kalian itu kosong..kosong tag brmassa..
    Aturan syetan yg buat bajingan..ngaku brpendidikan tpi mcm anzinx..

    Like

  10. boleh boleh saja jika harga rokok di naikkan. mengingat dampak buruk yang tidak kunjung bersudahan. tetapi harus juga di imbangi dengan solusi yang tegat agar semua tidak dirugikan. untuk solusi yang mngluarkn prturan jangn mnjual rokok untuk anak d bwh umur mnurut saya kurng efektif. kaarena target untuk mengurangi perokok juga ada pada orang dewasa. karena penyakit yang timbul dari merokok tidaklah mengenal usia.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s