“Do You Believe ‘Em?”, tanya seorang turis asing.

wp-1462498223515.jpeg

Kemarin, ada kejadian lucu waktu gue lagi ngopi di “kafe” kopi deket rumah. Gue kasih tanda petik karena tempatnya terlalu kecil dan sederhana untuk dibilang kafe. Gue suka tempat itu karena kopinya enak. 15 ribu udah dapet kopi susu kental manis yang legit. Tempatnya jauh di bawah standar Starbucks or even JCo, just random place in the middle of nowhere (Depok) that happens selling good coffee.

Tiba-tiba datang turis backpacker asing naik ojek Grab.  10 menit berlalu, si turis belum beres nanya-nanya ke mas-mas kafe. Gue menyegerakan minum kopi dan sok mau bayar. Mas-mas kafe kemudian minta tolong ke gue untuk jadi penerjemah.

“Can I help you?” gue bilang.

“Yeah, I want to buy this. Is this mixed?”, sambil nunjuk ke toples besar kopi Luwak.

“Ini dicampur, mas?”, gue tanya ke mas-masnya.

“Itu 100% kopi Luwak”, mas-mas jawab.

“They said it’s pure Luwak coffee, 100%”, gue bilang ke turisnya.

 

“Do you believe ’em?”, tanyanya.

Gue diem. Kemudian, muncullah kisah-kisahnya soal Indonesia yang parah jika dibandingin dengan negara-negara Indonesia lain yang dia kunjungi. Taulah macem-macem tourist trap dengan asumsi kalo turis ini cuma tinggal sebentar di Indonesia, jadi ga bakal ngadu kemana-mana kalo ditipu.

 

“Do you believe ’em?”, tanyanya lagi.

“I don’t know, man. I’ve never tried that beans before”.

Omongan muter-muter lagi ke gimana tuh ojek Grab kena tilang di Semanggi karena salah ambil jalur. Kemudian,  si turis harus ngeluarin Rp 100 ribu untuk bayar tilangnya. Si ojek tipe-tipe orang yang bikin gue ga nyaman, karena ngomongin si turis pake bahasa Indonesia di belakang sambil bisik-bisik. Dan si turis selalu tanya ke gue soal apa yang si ojek omongin. I wouldn’t dare to say translate “Tai” and “Bule gila” to that tourist.

“Tell ’em, where’s their boss. I want to talk to their boss”, tanyanya.

Ternyata turis ini udah terlebih dahulu kontak boss kafe itu. Gue tau dari mas-mas kafe kalo ternyata si bosnya lagi ngajar kursus kopi barista jadi ga bisa dateng. “It’s his business, anyway.”, si turis ngotot pengen ketemu.

Si turis ini ternyata ga tau itu kopi Luwak asli atau palsu. Dia makan biji kopinya, kemudian sok-sokan nanya pendapat gue bahwa seharusnya kopi Luwak asli itu ada fermentasinya dan bijinya merekah. Bahkan, nanya sambil ngeliat mata, kaya gue ga tau aja itu cara untuk deteksi orang bohong atau ga.

 

“Do you believe this is the real one?” Sekian kali nanya ke gue.

“I don’t know. Dammit.”, tapi dalam hati. Haha. “I can’t recommend you something that I don’t know. If I were you, I prefer to buy it in a mall. Not a random place like this. Nobody know what is in that bag.” Gue jawab begitu.

Sementara di pikiran gue, ada yang ribut. Di sudut biru, ada gue yang coba memposisikan diri gue di turis itu. Di sudut merah, ada gue yang sok-sok nasionalis bertanya “Masa gue ga percaya sama sebangsa gue sendiri.”.

Yang menang sudut biru. Di tempat yang antah berantah, susah diterima akal kalo ada orang yang jual kopi luwak dengan harga miring. Selain itu, gue juga ga punya pengetahuan apa-apa soal kopi luwak.

 

Setelah menghubungi temennya, si turis ambil 5 bungkus total seharga Rp 600.000,00. The question never really end tho. Are you sure this is the real one? Bolak balik ditanyain ke gue dan mas-mas cafe. In case it’s not the real one, I’m gonna hate you. Yeah right. If I find it is not the real one, I’ll come back here tomorrow. Okeh, fine.

 

Advertisements

5 thoughts on ““Do You Believe ‘Em?”, tanya seorang turis asing.

    1. Yoo..salam kenal. The tourist even got only 20k for the ride back from Depok-Kota Tua. Luckily, he managed to talk his ass out of this scenario. It was so strange, I thought I might be in a prank video -_-

      Like

  1. gue juga pernah nih ketemu turis di gedong songo. ceritanya juga hampir sama, tapi turis jepang. intinya dia bilang bagaimana mungkin kawasan wisata seindah dan seramai ini bisa tak terawat (kalo pernah ke gedong9 pasti ngerti kenapa sampe bilang kek gitu)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s