#IdeaSharing: Menggunakan Teknologi Untuk Mengurangi Inefisiensi

Sudah banyak app yang berkonsep mengurangi inefisiensi beredar di pasar. Inefisiensi, yang gue maksud, adalah tidak terpakainya barang produksi karena barang produksi tersebut menjadi milik dari seseorang.
Contoh: Uber dengan konsep ride sharing-nya. Uber melihat inefisiensi dalam cara kita berkendara, yaitu adanya kursi kosong yang mubadzir dalam kendaraan saat seseorang melakukan perjalanan dengan mobilnya. Padahal jika kursi kosong ini terisi maka banyak masalah yang bisa terselesaikan, seperti:
  • Mengurangi kemacetan
  • Mengurangi polusi
  • Mempermudah seseorang mendapatkan moda transportasi yang nyaman
  • Mengurangi biaya ekonomi transportasi
Atas kondisi ini, maka solusi Uber adalah dengan memberikan alat agar pemilik mobil dapat menyewakan kursi kosongnya itu ke orang lain.

Contoh lainnya adalah person-to-person lending, yang pernah gue jelasin di post gue yang ini: #Ideasharing: Consumer Lending Reimagined.
Startup yang bergerak di person-to-person lending melihat inefisiensi pada cara masyarakat dalam menyimpan uang. Selama ini, peran penghubung antara orang yang memiliki kelebihan uang (potential lender) dan orang yang kekurangan uang (potential borrower) dimiliki oleh bank. Namun, bank bisa disebut tidak efisien karena besarnya biaya yang diperlukan “hanya” untuk menyalurkan dana dari satu orang ke orang yang lain. Padahal sebelum ada bank, seseorang bisa meminjamkan uang ke orang lain tanpa biaya tambahan kalo seseorang tersebut punya informasi ada orang lain yang butuh uang. Perhatikan kata biaya dan informasi yang gue garis bawahi.
Startup person-to-person lending menghubungkan potential lender dan potential borrower dengan cara yang lebih efisien, yaitu dalam hal biaya dan kemudahan akses informasi mengenai potential borrower. Sehingga nilai keuntungan dari bunga juga bersaing jika dibandingkan dengan menempatkan uang di bank dalam bentuk deposito.
Jadi, coba gue terapin konsep inefisiensi dalam cari ide untuk sebuah aplikasi. Jadinya seperti di bawah ini.

Aplikasi Sharing Pembantu (eMaid)

Beberapa waktu lalu, gue heran ketika tau bahwa orang di luar negeri jarang yang punya pembantu. Di luar negeri, biaya pembantu mahal sehingga hanya beberapa kalangan saja yang mampu punya pembantu. Itu pun bukan pembantu yang tinggal di rumah, karena pembantu yang tinggal di rumah sangat tidak efektif dan mahal. Ini alasannya:
  • Pembantu itu jadi milik suatu keluarga, sehingga jika pekerjaan di suatu rumah dapat diselesaikan dengan cepat maka pembantu tersebut tidak dapat melakukan pekerjaan yang lain. Meskipun pembantu tersebut masih memiliki tenaga dan ada kesempatan tetangga sebelah yang perlu mencuci pakaiannya.
  • Biaya untuk menghidupi pembantu terlalu mahal, yaitu majikan harus menyediakan tempat tinggal selain membayar gaji padahal tren luas tempat tinggal semakin menurun dari tahun ke tahun
Jadi aplikasi sharing pembantu ini akan menjadi marketplace dalam suatu area tertentu. Sebuah perusahaan startup akan menyewakan tempat tinggal untuk beberapa staf pembantunya. Kemudian, masyarakat dapat menginput kebutuhan apa saja yang berhubungan dengan pembantu setiap pagi harinya, misalnya:
  • Keluarga A : Laundry, cleaning 3 ruangan, deep cleaning 2 ruangan
  • Keluarga B: Laundry, memasak, cleaning satu rumah
  • Keluarga C: Laundry, memasak
Kemudian, aplikasi ini akan mengalokasikan pekerjaan yang sudah diinput ke staf pembantu yang tersedia. Dengan cara pengalokasian pekerjaan seperti di atas, berikut masalah yang akan terselesaikan:
  • Tidak ada kewajiban untuk memberikan tempat tinggal untuk pembantu
  • Biaya bisa lebih rendah karena pembantu mengerjakan pekerjaan yang sudah direquest saja
  • Pendapatan pembantu bisa lebih banyak karena mereka bisa mengambil pekerjaan lainnya setelah satu pekerjaan telah selesai

Meskipun contoh di atas perlu dikaji lebih lanjut, tapi paling ga, lo bisa dapet gambaran pola pikir problem solving permasalahan di masyarakat dengan pake teknologi. Tulis pendapat lo di kolom bawah komen agar kita bisa diskusi. Lo juga bisa dapet update blog ini via email dengan nulis email lo di kolom samping kanan.

Cheers!

Advertisements

2 thoughts on “#IdeaSharing: Menggunakan Teknologi Untuk Mengurangi Inefisiensi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s