Tenggelamnya Kapal Kaskus

titanic by dammy-LC
Kapal tenggelam, kapteeen.. (c) dammy-LC

Situs yang pernah diklaim sebagai The Largest Indonesian Forum, dengan jumlah user berjuta-juta akhirnya meredup. Kemarin gue baca kalo, menurut Alexa, ranking Kaskus turun jadi ke nomor 12 padahal pernah jadi ranking 1 di tahun 2013. What’s wrong? Let me explain it to ya.

Gue baru gabung lagi di Kaskus semenjak 3 bulan terakhir. Gue kenal Kaskus pertama kali dari channel chat MIRC. Kemudian di tahun 2007-10an, gue ketemu Kaskus lagi saat gue mulai belajar usaha.

Tujuan awal gue gabung Kaskus lagi adalah gue mau promosi tulisan gue di blog ini. Gue pikir Kaskus adalah tempat yang pas untuk promosi tulisan karena banyak user-usernya yang interaktif. Selain itu, tentu karena trafik di Kaskus yang bisa dibilang banyak. Menurut gue, Kaskus adalah forum/social media yang cukup hebat karena life cycle-nya yang super panjang. Saat social media lain gulung tikar, ex: friendster, myspace dll, Kaskus masih bertahan. Salah satu alasannya adalah Kaskus ditopang komunitas yang kuat.

Dari sisi pandang user dan bisnis, gue akan coba analisa penurunan popularitas Kaskus dan lesson learnt-nya buat kita semua.

Inovasi Yang Nyeleneh

Inovasi adalah napas dari setiap produk yang sudah masuk fase maturity. Friendster, Myspace, Foursquare sepi gara-gara inovasi dari Twitter dan Facebook. Kemudian akhir-akhir ini Instagram membuat Instagram Story yang konsepnya mirip dengan Snapchat.

Image result
Source

Saat sebuah produk telah jenuh, harus ada yang namanya product extension berupa inovasi atau penawaran value yang lain. Inovasi besar-besaran Kaskus pertama kali dilakukan pada tahun 2014, yaitu 15 tahun setelah Kaskus pertama kali muncul. Inovasi besar-besaran ini adalah penambahan fitur-fitur sehingga Kaskus jadi lebih sosial dan commerce.

Saat semua bisnis/startup membuat aplikasi yang merupakan unbundling dari produk konvensional, Kaskus menggunakan strategi yang berbeda. Mereka ingin mencaplok pasar e-commerce, social media dan akhir-akhir ini messaging (Kaskus Chat).

Image result for unbundling
Unbundling adalah memecah produk menjadi bagian kecil sehingga service yang diberikan menjadi lebih fokus dan efisien. Unbundling sering digunakan oleh startup untuk mengambil konsumen dari perusahaan konvensional. Source

Karena pada awalnya Kaskus hanya fokus di forum, Kaskus tidak bisa berubah lebih cepat daripada kompetitornya di area e-commerce, contoh: Bukalapak dan Olx. Kaskus berusaha menyusul dengan merubah format Forum Jual Beli (FJB) menjadi mirip dengan format situs e-commerce lainnya di bulan Januari 2015. Langkah yang cukup telat.

Di sisi forum, langkah yang ditempuh Kaskus untuk meramaikannya antara lain adalah menambahkan forum baru, memperbanyak event, promosi, menambah frekuensi HT dan lain-lain. Dari segi content, Kaskus masih sama (atau lebih parah) dari yang dulu, karena tidak ada perubahan segi quality control, semisal dengan menambah moderator atau mempertinggi standar kualitas tulisan.

Banyak permasalahan di segi content forum Kaskus, antara lain:

  • Content SARA yang tidak segera di takedown
  • Content click bait
  • Content yang tidak berkualitas lainnya

Content-content di atas makin subur akibat permasalahan Kaskus berikutnya ini.

Iklan Dimana-mana

Seperti yang sering gue bilang,  coba tanya ke diri sendiri, kapan terakhir kali beli barang dari iklan banner di suatu situs? Atau kapan terakhir kali niat untuk ngeklik suatu banner ads? Mungkin probability-nya 1000:1. Banner ads udah ketinggalan jaman parah. Kalo gue mau beli suatu produk, gue akan liat reviewnya di forum/situs terpercaya. Once gue bener mau beli, gue akan pergi ke situs jual beli dan akan cari produk dari sana. Setau gue, target market Kaskus, sekitar umur 17-25 tahun=millenials, super melek internet. Sehingga, sikap kritis mereka juga lebih dari generasi yang sebelumnya. Jika pakai cara jadul untuk jualan ke generasi yang lebih kritis, ya dimana logikanya barangnya akan kejual 🙂

Skema iklan diatas jadi salah satu alasan Hot Thread penuh dengan artikel click bait, dan gue sempet berpikir, kalo beberapa Hot Thread sengaja dipilih yang click bait. Unfortunately, beberapa orang ngeliat Hot Thread sebagai parameter thread yang baik, sehingga banyak yang mencoba untuk nulis dengan format yang sama. Jadi lah banyak yang berlomba-lomba bikin listicle di Kaskus untuk jadi HT.

facebook click bait
Click Bait! Source
Satu lagi hal lagi yang mengganggu adalah thread soft selling. Thread soft selling ini seakan-akan asal jadi sehingga malah terasa hard selling. Listicle yang dicampur dengan iklan itu parah jeleknya. Dengan eksekusi yang payah, thread soft selling bikin brand malah jadi jelek. People would notice and point it out, or even go witchhunting.

Bayangin kalo kita misalnya bener-bener pengen tau cara untuk ambil kredit rumah di bank, lalu ada orang yang ga kita kenal ngasih tips yang ujung-ujungnya promosi produk dia sendiri. Sebel kan? Deskripsi gue di atas lebih mirip deskripsi waktu kita ketemu agen MLM kan? Trus respon kita pasti defensif kan? Sama dengan thread2 soft selling ini.

Repotnya Fitur Thread Making

Dari sisi user, bikin thread di Kaskus itu repotnya bukan main. Membuat thread di Kaskus itu repot karena harus convert dan format ulang tulisan kita agar bisa ditampilin sehingga enak di baca di Kaskus (belum tentu sesuai dengan keinginan kita loh). Selain itu, user experience thread making di situs dibandingkan dengan di mobile, sumpah jauh beda. Fitur thread making mobile app super basic, literally, ga bisa dipake karena bikin pusing pembaca. Seringkali Kaskuser harus meng-format manual tulisannya dengan cara pemakaian quote (yang ga pada tempatnya, imej bikin sendiri dan lain-lain).

Sebagai Forum Diskusi, hal ini tentunya mengganggu. Jika dibandingkan dengan sosial media lain, tulisan user akan tetap enak dibaca meskipun panjang tanpa harus ngeformat ulang.

Kebanyakan Fitur yang Mubadzir

Poin gue soal Kaskus mau mencaplok pasar social media, menjadi semacam permasalah di Kaskus. Banyak fitur yang mubadzir karena, secara konsep dan user interface, Kaskus ga menunjang feature itu, seperti:
  • Live post: Ada alasan kenapa gue harus tau orang lain komen apaan? Sementara, orang tersebut anonim dan sering ngejunk. Dalam kondisi masih banyak orang yang ngejunk, feature live post ga ada gunanya.
  • Rate: Apakah rate menentukan kualitas dari suatu thread? No, so it’s useless.
  • Visitor message: Dengan bebasnya diskusi dalam sebuah thread (OOT), kenapa masih ada visitor message? Kalo quote bisa langsung memunculkan notifikasi ke kaskuser lain, kenapa masih ada visitor message?
  • Limited Personal message: hari gini personal message masih aja harus limited -__- mending pindah pake group Whatsapp/Line

Balik lagi ke poin unbundling. Saat startup lain lomba2 unbundling their products and focus, Kaskus wanted to play in all of the fields. Good luck with that!


Lesson Learnt

  • Inovasi adalah darah dari sebuah perusahaan. Di masa sekarang, lingkungan bisnis berubah lebih cepat. Mungkin dalam beberapa hari ke depan, ada perusahaan startup yang bisa me-revolusi hidup kita, seperti Gojek merevolusi transportasi Jakarta. Jadi inovasi mutlak diperlukan untuk tetap hidup. Menurut Michael Porter, ada tiga strategi bisnis dasar yaitu: biaya rendah, diferensiasi atau fokus. Pake framework  strategi itu untuk bisnis.
  • People change. Taktik jualan jadul gak akan mempan dipake untuk konsumen di masa sekarang. Konsumen sekarang lebih well educated, seharusnya marketing juga mengimbangi dengan lebih kreatif.
  • Focus. In the long run, niche market will pay more.
Peace out,

Versi pertama tulisan ini gue post di Kaskus sebagai kritik dan saran. Gue repost disini supaya semua bisa dapet lesson learn-nya. Silahkan berdiskusi di kolom komentar! 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s