Karya Seni Raksasa Bernama Bandung

bandung11
Di hari pertama long weekend ini, gue putusin untuk explore Bandung. Hari Jumat, gue udah nyoba hubungin dua rental motor. Awalnya gue mau nyewa motor aja selama tiga hari, jadi dari tanggal 9-12. Rental motor pertama ternyata udah full booked. Kemudian, rental motor kedua pasang harga 385 ribu. Meh. Duit hostel aja gak sampe segitu. Gue bokek sekaligus pelit, jadi gue jalan kaki aja.

Perhatian: gue udah biasa jalan jauh dari kecil; gue tiap hari jalan kaki 10 km dan harus nyebrang sungai waktu sekolah SD. Udah gitu pake kaos pink, bawa tas ungu dan ditemenin monyet gue yang namanya Boot.
Gue jalan dari jam 9an sampe balik lagi ke hostel jam 7 malem. Total 10 jam dengan beberapa kali istirahat di tempat makan, sekaligus untuk charge HP dan powerbank. At the end of the day, kaki gue pegel dan lecet-lecet. As soon as foto-foto tidak memungkinkan, lo mending order gojek buat pulang. Ini rute jalan kakinya:
rute-h-1
Rute berangkat: hijau; Rute balik: biru. Gue explore area Braga dan Asia Afrika.
Setelah jalan kaki seharian, gue setuju kalo Bandung disebut sebagai salah satu kota kreatif dunia. Dalam satu hari itu, gue ketemu buanyak produk kreatifitas orang Bandung. Gak heran. Selain orang Bandung dari sananya udah kreatif, pemerintah daerah Bandung juga sangat mendukung industri kreatif. There were lots of tiny details yang ga akan cukup dibahas di satu posting-an.

Landscaping & Urban Design

Dari hostel aja, ambience artsy-nya Bandung udah kentel. Kebetulan gue suka taman tropis, dan hostel ini dikelilingi taman tropis. Lalu, sepertinya si owner juga artsy. Gue sempet lihat set gamelan lengkap, backdrop kawinan adat jawa, foto-fotonya lagi nari di luar negeri, taman bali dan lain sebagainya. Dengan tema yang ke Bali-balian, mau ga mau, gue betah. It hits my soft spot.
Heliconias.

Selain itu, ini penting nih, pemerintah daerah juga sangat mendukung. Thanks to dinas pertamanan dan pekerjaan umum Bandung, Bandung jadi super asri dan enak dibuat jalan kaki. Signage, patung, monumen yang tersebar di Bandung pun dibuat dengan kreatif. Uniknya seakan Pemda ingin membuktikan bahwa gak perlu mahal untuk membuat memperindah kota, dengan dipakainya material-material yang murah untuk monumen seperti batu dan bambu.

Signage yang ikonik yet instagramable.
Kandang batu ini banyak tersebar di Bandung. Istilahnya Gabion. Gabion ini sudah dipakai sejak Ridwan Kamil mendesain store-nya Eiger tahun 2012.
Ini semacam kelereng yang ditempel-tempel 😀
Signage-nya yang bikin ngiler. Btw, DBMP artinya Dinas Bina Marga dan Pengairan Kota Bandung. And also look at how they wrap the trees green-yellow-blue just like Balinese wrap their sacred tree. Now that’s creative!
Satu lagi aplikasi material yang murah dan gampang ditemui. Monumen seperti ini buanyak tersebar di Kota Bandung.

Murals

Mural adalah hal yang gue tandain tempatnya di perjalanan dari hotel ke kantor. Gue suka mural karena jika eksekusinya bagus, malah bisa memperindah kota. Satu lagi poin jempol untuk kota Bandung, kebanyakan mural bagus di Bandung ngumpul di area yang kumuh, sedangkan daerah yang udah ditata bersih dari mural. Ini sebagian kecil dari yang udah gue foto, sepertinya worth another post deh, haha.

 
Gue kaget bisa dapet insight segitu banyak padahal hanya dengan jalan kaki sehari 🙂 Di post selanjutnya, gue akan bahas soal interior design, product design dan, yang paling penting, imej yang gue dapet tentang orang Bandung. Stay tune!
Advertisements

One thought on “Karya Seni Raksasa Bernama Bandung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s