Ini Yang Bisa Diambil Dari Kafein, Nikotin, Alkohol dan Narkotik

Gue ngebenerin posisi headphone yang sedikit miring. Kaki gue usahakan rileks dan tidak ada anggota badan yang saling menindih. Gue tiduran telentang di atas kasur sambil dengerin suara yang keluar dari headphone. Gue merem sambil berusaha untuk konsen ke suara itu. Suaranya gemerisik konstan sambil sesekali ada perubahan nada. Gak lama, pikiran gue mulai ngelantur kemana-mana. Tapi gue tetep usaha untuk balikin konsentrasi gue ke suara itu. Di dalam gelap, ada cahaya putih yang bergerak seirama dengan naik turunnya gemerisik nada. Kemudian, mulai terasa ringan.

Gelap.

Begitu sadar, gue udah 2 jam tidur. Kebangun gara-gara keringat yang kemana-mana gara-gara panas. Suara gemerisik sudah berhenti, entah sejak kapan. Gue baca lagi deskripsi dari suara itu:


Absinthe

The Green Fairy; The Green Goddess; La Fee Verte.

Our engineers went back to first-hand accounts recorded as far bast as the 1850s, and attempted to simulate the effects of of this mystic green drink.
Did we succed? We may never know for sure, since Absinthe was banned long ago.

We’ve compared it to other real-world wormwood concoctions, and we think you will agree there is something to this: lucidity hits slowly as your speech becomes very articulate and your ideas clear, the haze sets, but but drifts, you are drunk but you aren’t.
Suddenly you realize why this was the drug of choice for Van Gogh, Baudelaire, and Verlaine – it is a surreal smooth unlike anything available on the street today that opens your mind, glosses over the universe, but makes everything clear all at once.

Amazing, is what you will call it. Absinthe is what it is. (Idoser.net)


It’s bullshit. It doesn’t work.

I-Dozer adalah salah satu software yang naik kepermukaan di tahun 2011 karena diklaim bisa meyimulasikan efek dari meditasi, obat, alkohol dan narkotik dengan hanya mendengarkan binaural beats. Binaural beats seperti bunyi gemerisik TV yang rusak.

Suatu waktu, gue pengen explore hal yang paling canggih yang gue punya, pikiran gue. Gue percaya saat otak gue di-setting dengan tepat, maka persepsi gue tentang hidup bisa berubah selamanya. Gue juga percaya bahwa pikiran bisa di-breakdown sampe hanya masalah reaksi kimia yang ada di tubuh kita.

Kafein, Nikotin dan Alkohol

Gue ambil contoh kopi. Salah satu kecanduan yang gue suka sekaligus benci. Tanpa segelas kopi, gue mungkin cuma bisa bertahan sampe makan siang. Setelah minum kopi, gue bisa tahan sampe jam 11 malem. Apakah itu cuma sugesti di otak saja? Ga lah. Gue pernah nyoba nurunin konsumsi kopi dan, dalam jangka waktu 1-2 minggu, kegiatan-kegiatan gue kececeran. Biasanya gue mulai ngegym dari jam 8 – setengah 10, malah di lain waktu, gue bisa mulai olahraga jam setengah 11 malem. Saat neuron di otak bekerja, zat adenosine diproduksi di badan kita.  Pusat saraf menggunakan reseptor khusus untuk memonitor level adenosine. Makin lama, semakin banyak adenosine yang masuk ke reseptor tersebut, dan itu yang membuat kita mengantuk dan lelah. Kafein adalah zat yang mirip dengan adenosine. Saat minum kopi, reseptor adenosine tidak tahu beda kafein dan adenosine (Mentalfloss.com). Kemudian, kafein menumpuk di reseptor tersebut sehingga adenosine tidak bisa masuk. Maka dari itu kita gak gampang ngantuk dan lelah kalo minum kopi. Maka dari itu, gue minum kopi.
Tapi ada juga candu yang ternyata gak ngaruh buat gue, rokok dan alkohol. Keduanya overrated.
Gue terakhir ngerokok kayanya SMP, belum pernah kecanduan. Gue dapet sebungkus rokok itu dari hadiah gratisan acara musik. Gue gak bisa nikmatin rokok, jadi ya, sisanya gue buang semuanya. Rokok, seperti kopi, juga berpengaruh ke otak. Saat kita merokok, 1-2 gram nikotin diserap oleh tubuh. Nikotin kemudian merangsang  tubuh memproduksi adrenalin, yang menaikkan detak jantung dan tekanan darah. Zat yang sama juga akan memicu dopamine, senyawa organik yang mengontrol pusat reward dan pleasure di otak. (howstuffworks.com)
Selanjutnya, alkohol. Seumur hidup, kesempatan gue untuk interaksi dengan alkohol terbilang sangat sedikit. Semasa sekolah dan kuliah, gue gak sama sekali otak-atik alkohol. Semasa kerja, gue konsumsi di kondisi-kondisi tertentu yang kebanyakan untuk sosialisasi aja. Sampai sekarang, gue gak nemu enaknya alkohol dimana. Setelah konsumsi alkohol, gue cuma berasa pusing aja. Hanya sejauh itu. Menurut HowStuffWorks, efek dari alkohol tergantung dari konsentrasi alkohol di dalam darah seseorang. Efeknya mulai dari euforia, excitement, confusion, stupor sampai coma.

Bukan Hanya Masalah Kimiawi

Saat baca deskripsi rokok dan alkohol, it seems like happiness is only a drink away. Like, if you find yourself sad and unmotivated just pop that bottle or light that cigar. Di lain sisi, happiness lebih kompleks dari itu, bukan begitu?
Hasil gambar untuk happiness is real when shared
Source: Yoddler.com
Perjalanan seseorang mencari kebahagiaannya sendiri, menurut gue, adalah hal yang egois. Saat ngomongin kebahagiaan, pasti gak akan bisa lepas dari kebahagiaan orang-orang yang kita kenal. Salah satu bukti konkritnya adalah beberapa dari kita pasti pernah bertanya seperti ini “Saat kita mati dan akhirnya sampai di surga, apakah kita masih mengenal orang-orang yang berarti bagi kita di dunia?”
Sampai poin ini kita tahu bahwa kebahagiaan itu tidak bisa dicapai sendiri. Sehingga, pendapat ini bisa mementahkan argumen seseorang menggunakan candu untuk mencapai kebahagiaan. Dengan begitu, apakah semua candu itu buruk?
No.
Let me tell you why.

Belajar Dari Candu

Candu adalah bukti bahwa otak kita mudah dimengerti. Otak ini happy karena ada senyawa kimia yang dihasilkan karena diri kita dihadapkan pada kondisi tertentu. Hal ini sebenarnya telah lama diketahui dan dieksploitasi secara bisnis.
Sebagai salah satu contoh, perusahaan game harus membuat game yang adiktif sehingga tidak cepat ditinggalkan oleh pemainnya. Psychology Today pernah menjelaskan alasan Candy Crush sangat adiktif. Bagi yang belum tau, Candy Crush adalah salah satu game yang sangat adiktif, dimainkan oleh segala macam usia. Cara memainkannya adalah dengan memindahkan permen/manisan sehingga menjadi susunan yang sama secara horizontal/vertikal. Permainan ini adiktif karena alasan berikut:
  • Tidak butuh banyak usaha untuk mulai main. Main game di handphone tidak memerlukan tenaga besar dan bisa dilakukan dimana saja dan
  • Sedikit usaha mendapatkan feedback yang signifikan. Setiap kali pemain menyusun permen/manisan/coklat secara horizontal/vertikal, pemain akan mendapatkan feedback berupa kata-kata seperti “Sweet” dan “Delicious”. Saat menyelesaikan suatu level, pemain juga bisa mendapatkan surprise bonus.
  • Tingkat kesulitan sedikit demi sedikit naik
  • Reward yang diberikan unexpected. Pemain yang berhasil menyelesaikan suatu level akan mendapatkan surprise bonus acak.

Keempat faktor itu yang membuat tubuh mengeluarkan (apa lagi kalo bukan) dopamine. Saat melakukan hal-hal yang predictable atau monoton, otak kita akan terbiasa dengan pola pekerjaan tersebut. Tapi saat kita mendapatkan reward yang unexpected, dopamin akan melonjak drastis alias kita euforia.

Empat hal di atas bisa diterapkan di aspek lain di kehidupan kita.

Happiness misalnya.

Kita bisa membuat sendiri drugs yang bisa memotivasi kita dalam mencapai kebahagiaan, menggunakan prinsip-prinsip yang sama dengan game adiktif. Tanpa panjang lebar, kita bisa mulai dengan langkah-langkah ini:

  • Mendefinisikan arti kebahagiaan buat kita dan kemudian memecahnya menjadi goals yang lebih kecil. Goals ini sama dengan level-level yang ada di Candy Crush. Mulailah dengan goal-goal yang ringan sehingga ada sense of achievement yang timbul tiap kali kita menyelesaikan/mencapai suatu goals.
  • Lalu, siapkan hadiah untuk diri kita sendiri. Terkadang, rasa puas muncul saat melihat hasil kerja sendiri. Jangan berhenti disini. Rencanakan reward-reward agar motivasi tidak luntur. It’s okay to spend some money to motivate yourself.
  • Kemudian, pastikan bahwa ada tantangan baru setiap level berikutnya. Tantangan yang lebih susah akan lebih menambah kadar kepuasaan saat kita berhasil mencapainya. Lagi-lagi, ini penting untuk keberlangsungan usaha dalam mencapai goal kita yang lebih besar.

 

Salah satu faktor kebahagiaan buat gue adalah gue sehat. Goals sehat tersebut gue pecah menjadi goals-goals yang lebih kecil. Olahraga salah satunya. Langkah-langkah diatas udah pernah gue terapin untuk ngebantu gue rutin olahraga. It was a drug. Believe it or not, gue olahraga jam 1 malem, lari disaat ujan deres dan banyak kegiatan ngawur lain yang gue lakuin karena gue jadi pumped up untuk mencapai goals gue.
Bayangin kalo attitude seperti itu bisa gue terapin di aspek kehidupan yang lain.

Whew! Thanks for reading! Mudah-mudahan ada yang tercerahkan atau malah bingung atau nganggep gue rada gila atau ………..
Yeah, whatever your respond is, click like/follow atau masukin email lo di kolom sebelah kanan/bawah untuk langganan via email -__-. See you!
Advertisements

7 thoughts on “Ini Yang Bisa Diambil Dari Kafein, Nikotin, Alkohol dan Narkotik

  1. Gw suka ngerasa “amaze” sama cara lo nulis, ga asal bunyi krn pakai data. Cuma blm pernah gw cek aja sumber data valid dan relevant-nya, hehe ga bnyk punya wkt.. Gw pun yg kerjaannya nulis berita tiap hari ga segitunya juga kadang. Kecuali tulisan indeep reporting.

    Liked by 1 person

    1. Kadang butuh backup data kalo lagi nulis yang abstrak-abstrak atau di luar expertise, mbak. Haha. Sumbernya masih sebatas dari situs berita/knowledge karena topiknya masih soal pengetahuan umum, in this case psikologi populer, yang sebenernya udah ditulis berulang kali di internet 😀

      Like

  2. mau oot bang maaf ya wkwkw. situs yang sering abang buka buat sekedar baca-baca nambah info apa aja bang? soalnya link yang suka abang taro suka seru seru dan baru aku tau *ini sih efek akunya yg kemana aja* wkwkw. merci

    Like

    1. Halo!

      Buat baca-baca biasanya pake app ini: Quora, Medium sama Flipboard. Di ketiga apps itu, gue follow topik-topik self improvement, business, entrepreneurship, creative industry, leadership, fitness. Kalo Quora & Medium, user lain yang bikin dan seleksi content yang bagus jadi isinya selalu ada yang baru dan menarik dibaca. Kalo Flipboard, sumbernya dari macem-macem media yang diseleksi dan dijadiin satu “majalah”. Gue juga pake TuneIn buat denger podcast: the school of life, the things you should know, TED, dll. Kalo youtube, ada the nerdwriter, vice, vox, TED, TEDx. Situs majalah yang bagus: Economist, HBR, Fortune

      Semoga bisa menjawab!

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s