Ada Apa Dibalik Video Pen Pineapple Apple Pen (PPAP)?

Hasil gambar untuk piko taro
Source: Youtube.com

Seperti biasa, tulisan ini gue mulai dengan :

“Akhir-akhir ini dunia maya dihebohkan dengan video viral dari Jepang dengan judul Pen Pinapple Apple Pen (PPAP). Video ini merupakan video parodi yang dilakukan oleh komedian asal Jepang, Piko-Taro. Piko-Taro sendiri adalah tokoh fiktif yang diciptakan oleh komedian Kosaka Daimaou. Video ini pertama kali diunggah ke Youtube pada tanggal 25 September 2016. Entah kenapa, video ini menjadi viral dan akhirnya ditonton sebanyak 50 jua kali, mendapatkan 500 ribu like dan 1 juta shares. (Wikipedia.org)”

Kemudian masuk bagian analisa dengan pake teori-teori:

“Pernah dengar Attention Bubble? Pasti belum pernah karena Attention Bubble adalah istilah yang gue ciptain sendiri. Attention Bubble terinspirasi dengan Economic Bubble atau gelembung ekonomi, yang artinya adalah perdagangan dalam volume besar dengan harga yang sangat berbeda dengan nilai intrinsiknya. Dalam kata lain: memperdagangkan produk atau aset dengan harga yang lebih tinggi dengan nilai fundamentalnya.”

Di poin ini, lo pasti bingung karena sebenernya arti gelembung ekonomi, gue copas dari Wikipedia. Maka dari itu di paragraf selanjutnya, gue mau kasih contoh.

Apa persamaan ikan Louhan, Anturium dan Batu Akik?

Retoris abis.

Ketiganya sama-sama contoh gelembung ekonomi. Bebeberapa waktu lalu, batu akik booming. Awal booming dimulai karena batu akik digunakan oleh Presiden sebagai souvenir Peringatan Konferensi Asia Afrika. Sejak itu, bermacam-macam batu akik booming. Harganya melambung tinggi karena semakin banyak permintaan di pasar dan juga banyak orang yang menjadikannya barang investasi. Tapi batu akik hanyalah batu akik, harga batu akik akan kembali ke nilai sebenernya pada titik tertentu, seperti gelembung (bubble) yang isinya angin doang.

Sampe sini, gue akan pake gambar dari google biar lebih gampang ngejelasinnya.

Hasil gambar untuk economic bubble
Fase-fase Economic Bubble. People.hosfra.edu

Perhatikan bahwa sumbu X adalah waktu dan sumbu Y adalah nilai dari sebuah barang. Kejadian batu akik menjadi souvenir KAA terjadi pada fase Awareness. Orang-orang mulai tahu bahwa batu akik itu bernilai dan membeli dengan jumlah besar kemudian menjualnya saat harga naik sedikit. Kondisi ini bisa dilihat dari turunnya nilai/harga batu akik dalam titik Bear Trap. Setelah itu, batu akik mendapatkan perhatian dari media sehingga batu akik masuk ke fase Mania (Maniak). Orang-orang berbondong-bondong membuka gosok batu akik di depan rumah dan dipinggir jalan. Kenaikan harga batu akik melambung tinggi dan gak masuk diakal. Orang-orang mulai masuk ke fase Enthusiast lalu kemudian ke fase Greed. Dalam fase Greed (tamak), logika entah dibuang kemana, orang-orang membeli batu akik yang sudah kelewat mahal dengan berharap keuntungan di masa yang akan datang. Lalu datang delusi, sampai akhirnya orang-orang sadar bahwa batu akik hanyalah batu akik. Ini namanya fase New Paradigm. Lol. Harga batu akik kemudian kembali turun, dan akhirnya tidak terdengar lagi.

Stop cerita batu akik, gue akan analogikan ke video viral Pen Pinapple Apple Pen.

Gue udah cerita kan kalo di internet itu attention = money?

Retorika lagi.

Tanpa alasan yang jelas pun, video semacem PPAP bisa viral. Sama seperti saat banyak investor yang beli batu akik, banyak orang menginvestasikan perhatiannya (waktunya) untuk menonton video/membuat cover/ngereview video itu sehingga “harga” dari video itu semakin tinggi. Agensi-agensi yang menaungi content creator  besar (lihat: Youtube) pasti gak mau ketinggalan atas fenomena ini sehingga agensi ini menyuruh content creator-nya untuk membuat video cover PPAP. Hasilnya kaya sekarang ini, harga/popularitas PPAP naik tinggi.

Kemudian, saat atensi ke video ini mulai turun, pihak yang rugi adalah:

  • Orang-orang yang telat bikin content karena sudah bikin content capek-capek tapi ternyata konsumen sudah muak sama video PPAP
  • Konsumen yang atensi/waktunya terbuang percuma karena video “bubble” macem ini
  • Content creator PPAP alias Pak Kosaka Daimaou, jika Pak Kosaka Daimaou tidak dapat memanfaatkan kesuksesan si PPAP dengan membuat content yang berkualitas secara berkelanjutan.

Cerita sedikit ya, masih inget Shinta Jojo Keong Racun ga? Nah kejadiannya mirip-mirip dengan batu akik. Saat media mulai melirik mereka, harga mereka melambung tinggi karena sudah termasuk mania. Bahkan, video mereka di Youtube dijual di lapak-lapak DVD bajakan. Lucunya, mereka diundang ke TV hanya untuk memeragakan joget-joget Keong Racun tanpa harus nyanyi. Lalu saat mulai ada di fase blow off, mereka berusaha untuk berkarya lagi dengan nyanyi lagu yang ga laku dan sekarang entah ada dimana.

Kemudian gue jelasin dari sisi content creator.

Dari sisi content creator, atau gue akan jelasin bagian agensinya, video viral ini semacam aset untuk investasi. Tau kan, semakin banyak orang yang nonton maka semakin banyak content creator/agensinya dapet duit. Maka, content creator/agensinya selalu berusaha untuk membuat content viral atau, paling ga, mengekor content viral dengan misalnya video cover. Jika beruntung, para content creator ini akan “menaiki” arus tren saat content viral tersebut ada di dalam fase awareness, sehingga content ini dapat menikmati atensi/perhatian/iklan/uang saat content tersebut ada di dalam fase mania.

Oke,  udah gue share trik si content creator dan agensinya. Saatnya TWIST!

Selain bertujuan untuk menjelaskan fenomena ini ke pembaca, tulisan ini juga bertujuan, sama dengan content creator lain, yaitu “menaiki” arus video PPAP untuk narik lo masuk ke blog gue dan baca tulisan-tulisan gue yang lain :p

So, thanks udah baca tulisan ini sampe sini. Klik link di bawah untuk tulisan-tulisan gue yang lain 🙂

Advertisements

One thought on “Ada Apa Dibalik Video Pen Pineapple Apple Pen (PPAP)?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s