Harry Potter and The Sorcerer’s Stone dalam 5 Hari

Karena ga sempet-sempet baca buku, jadi gue beralih ke audiobook.

White and modern earphones on a desk
Source: Pexels.com
Gue tiap hari harus commuting selama total 3 jam dari Depok ke Bintaro naik motor. Kalo gue naik KRL, gue bisa baca buku. Tapi KRL gak sefleksibel naik motor, jadi gue lebih naik motor dengan konsekuensi gue gak baca buku. Setelah gue cari solusinya, gue masih tetep bisa “baca” buku pake audiobook. Gue mungkin pernah bilang kalo gue denger podcast, tapi kadang gak lancar karena sinyal yang timbul tenggelam. Sehingga, better gue denger audio book yang versi MP3 biar bisa gue simpan di hape. Jadi lah, gue pergi ke situs torrent untuk ngetes download. Hari Sabtu kemaren, gue sukses download satu audiobook Harry Potter yang “Sorcerer’s Stone”.
Amazingly, gue bisa nyelesein satu buku itu dalam waktu 5 hari. I probably missed some of the details, but that was good enough for me. Sengaja gue pilih karya fiksi yang fun karena ini kali pertama gue niat denger satu buku sampe abis. Beberapa tahun lalu, gue juga sempet denger audionya The Economist, tapi malah bosen karena bahasannya belum menarik buat gue. Audiobook yang gue download dinarasikan dengan apik oleh Jim Dale. Setiap karakternya dibedakan suaranya sehingga gampang untuk membedakan mana yang Harry, Hagrid atau Dumbledore. Pelafalannya juga cukup jelas, meskipun logat british-nya medok. Lumayan banget untuk nemenin naik motor. Format MP3nya juga sangat membantu karena dibagi per chapter, and in case i’m missing something, i can go all the way back to the beginning of the chapter.
Sebenernya audiobook bisa dinikmati tanpa harus repot-repot ngulik torrent. Aplikasi audiobook di Playstore udah ada yang berbayar dan gratis. Aplikasi audiobook berbayar yang lengkap tentunya Audible-nya Amazon. Harga satu audiobooknya sebelas dua belas dengan harga buku fisiknya di Periplus. Selain audibook, Audible juga nyediain podcast yang bisa di-download dengan topik-topik macem fiksi, self improvement, business, tech, new age dan lain-lain.
Kalo yang gratis, ada LibriVox. Aplikasi audiobook gratis belum tentu ilegal ya, soalnya rata-rata bukunya adalah karya klasik atau yang udah gak dicetak lagi. Ini beberapa contoh karya klasik yang ada di LibriVox:
  • The Adventures of Sherlock Holmes – Sir Arthur Conan Doyle
  • Grimm’s Fairy Tales – Jacob & Willhelm Grimm
  • Pride and Prejudice – Jane Austen
  • Twenty Thousand Leagues Under The Sea – Jules Verne
  • Adventures of Huckleberry Finn – Mark Twain, etc.

Ini lumayan bisa didenger gratis, padahal terakhir kali gue cek di toko buku versi cetaknya Rp50.000 – 100.000. Cocok buat kantong pelajar atau mahasiswa yang mau cari hiburan murah sambil latihan listening skill-nya. Kalo mau buku yang baru-baru, bisa cari file-nya di torrent. Bahkan Harry Potter and The Cursed Child aja udah tinggal download, haha. Tapi tetep beli yang asli untuk support penulisnya yes.

Entah kenapa kok kayanya gue jarang denger orang yang pake audiobook di sini (baca: Indonesia). Kalo dari baca-baca di blog orang, rata-rata audiobook yang berbahasa Indonesia adalah audiobook self improvement yang ditulis motivator macam Tung Desem Waringin, Mario Teguh, Andrie Wongso dan lain-lain. Tapi ternyata ada juga aplikasi audiobook lokal (Karya Anak Bangsa, duh.) yaitu Listeno, yang sebagian besar bukunya adalah buku indie. Dari beberapa sampel-nya, kualitasnya lumayan bagus. Aplikasinya terakhir di-update tanggal 18 Juli 2016, masih aktif. Monggo dicoba.

Advertisements

2 thoughts on “Harry Potter and The Sorcerer’s Stone dalam 5 Hari

  1. itu ga bahaya ya dengerin audiobook sambil nyetir?, . . ya mungkin bisa jd option lain buat sebagian kalangan.

    FYI tapi ada seninya juga proses membaca dari media buku, lembaran demi lembaran lain. Pernah dapet info dari psikolog kalau buat anak kecil membaca sambil menunjuk tangan dari tiap baris kalimat itu bisa lebih meningkatkan memori anak terhadap huruf … anak akan lebih cepat belajar.. beda2 sih tergantung tipe belajar visual, audio, atau kinestetik bagi setiap orang. audiobook mungkin cocok buat yang tipe belajar orang audio.

    Like

    1. Gue gak bisa kenceng kalo naik motor. Haha. Jadi selama ini masih safe2 aja.

      Gue sebenernya lebih prefer buku fisik soalnya bisa buat koleksi juga. Tapi akhir-akhir ini kalo ada waktu luang, lebih milih nulis di blog daripada baca.

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s