10 Menit Pertama Meditasi

Semakin bertambah umur, gue makin ngerasa kalo stress, depresi dan frustasi itu real. Hal yang selalu bikin stress tidak lain adalah kerjaan dan ekspektasi gue sendiri untuk selalu perform. Sehari-hari gue mulai jam 4 pagi dan rata-rata tidur jam 10-11an. Kerjaan kantor butuh ketelitian, konsentrasi dan berpikir analitis. Sebagai ilustrasi, gue harus ngereview dokumen yang biasanya direview oleh beberapa orang, kemudian identifikasi setiap ada kelemahan proses dan risiko yang muncul, interview orang lain, site visit, ambil foto sana-sini dan terakhir, menyimpulkan semua data. Setelah pulang kerja, ada dua tugas utama: freeletics atau nulis di blog ini. Freeletics masih terasa berat karena gue belum terbiasa. Kadang badan gue belum 100% sehat saat gue harus latihan lagi. Jadi, akhir-akhir ini gue jadi jarang nulis di blog karena kelewat capek. Saat badan gue capek, gue harus tetep untuk ngerjain kerjaan di blog ini. Seringkali gue lari ke kopi supaya gue bisa on lagi. Tapi kopi malah memperburuk masalah karena gue jadi gak bisa tidur.

Enough for the rant.

Gue nge-eksplor meditasi, pake app di handphone hasil gratisan di playstore. Alasan gue pake meditasi adalah my mind desperately needs a break. Gue percaya kalo semua hal dimulai di pikiran kita sendiri. Saat gue bisa ngontrol pikiran gue untuk diem dan gak mikirin apa-apa, gue pasti bisa ngontrol pikiran gue untuk fokus 120% ke satu hal. Selain itu, gue pikir, meditasi adalah duduk diem ngosongin pikiran. So I gave it a try.

 photo Meditasi_zpsktvhdflk.jpg

Di app yang gue pake, sesi awal berlangsung selama 10 menit. Sebelum mulai meditasi, ada video yang menjelaskan mengenai pikiran kita. Contohnya bahwa kita bisa memilih untuk tidak terlalu terbawa keadaan atau emosi sesaat. Kita bisa memilih untuk jadi observant. Kemudian, gue dipandu selama sesi via suara. Biasanya dimulai dari posisi duduk yang relaks, ambil napas dalam. Fokus ke kondisi badan, fokus ke suara di sekitar  kita dan kemudian, membebaskan pikiran.

Gue pertama kali nyoba meditasi setelah jam kerja dengan posisi tidur. Baru 5 menit, gue udah ketiduran. Di lain waktu, gue meditasi sambil duduk. Gue kadang-kadang miring ke samping, kepala gue condong ke depan dan gue terlalu mikirin hal itu. Kemudian, gue juga suka tiba-tiba ada di tengah-tengah skenario yang gue pikirin sendiri. Selain itu, gue kadang lupa fokus ke pernapasan. Ternyata, ngejaga pikiran itu susah.

Efek meditasi yang paling gue rasain adalah saat gue disuruh ngosongin pikiran setelah diminta untuk hitung napas. Saat hitung napas, gue harus fokus ke satu hal yang simpel tapi monoton. Setelahnya, pikiran gue bener-bener kosong. Itulah saat pikiran gue bener-bener istirahat.

Jadi gue mau nge-eksplor meditasi lebih lanjut. Pengalaman gue akan di-share disini. Ada fitur buddies di app gue jadi bisa ngetrack progress dan ngasih semangat ke orang lain. If you want to be my meditation buddies, shoot me an email at prayogaluthfy@gmail.com. Cheers!

Advertisements

7 thoughts on “10 Menit Pertama Meditasi

        1. Oh, itu ada di dalam aplikasinya. Saat tulisan ini ditulis, saya pakai app Headspace. Sesi beginnernya gratis, tapi setelah itu berbayar. Sekarang saya pakai app Insight Timer karena gratis dan lebih banyak pilihan panduan meditasinya 🙂

          Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s