Saat Lo Bingung dan Kehilangan Arah

 photo 2016-10-11 04.52.55 1_zpsv8v2at2a.jpg
Rutinitas sehari-hari kadang buat kita tidak sadar mengenai kondisi diri kita sendiri. Apakah kita sedang di tempat yang tepat? Apakah kita sedang menuju ke arah yang tepat? Ambil kertas kosong dan pulpen, bacaan ini butuh direnungi sambil ditulis 😀

Ada Dimana

Satu hal yang pasti gue siapin sebelum interview kerja adalah life story. Gue bikin narasi atau cerita pendek dari poin-poin krusial yang ada di hidup gue. Kemudian, gue tarik benang merah yang ada hubungannya dengan lowongan kerja yang gue apply dari cerita tersebut.
Uraian singkat perjalanan hidup yang berbentuk life story memudahkan gue untuk melakukan introspeksi atas pilihan-pilihan yang udah gue ambil. Life story juga jadi tempat gue untuk mengingat background dari setiap pilihan yang gue ambil tersebut. Pilihan-pilihan tersebut akhirnya menjadi sesuatu titik yang harus gue pertanggungjawabkan ke gue sendiri.
Membuat life story ibarat melihat ke kaca. Kadang kita terlalu banyak teralihkan dengan kejadian-kejadian di luar diri kita, sampai lupa untuk ngomong dengan diri kita sendiri. Saat lo liat ke kaca, orang yang lo liat adalah hasil dari pilihan-pilihan yang lo ambil di masa lalu. Meskipun begitu, jarang ada manusia yang hidupnya melulu sesuai dengan rencana, malah kebanyakan lebih seperti bagian-bagian acak. Kadang naik, kadang turun atau malah bergeser ke samping. Maka dari itu, membuat life story juga berguna untuk mencari benang merah dari bagian-bagian random itu.
 “Waktu kecil, gue biasa bawa buku/majalah/komik sampe ke kamar mandi.
Waktu SD, gue bikin proyek buku komik di sekolah.
Gue juga pernah nyewain bundel majalah Donal Bebek ke temen sekelas.
Gue pernah bolos sekolah sampe lebih dari sebulan cuma buat main PS.
Gue pernah jadi freelance illustrator.
Gue belajar akuntansi di kampus.
Sekarang gue ngereview kredit KPR di bank.”
Se-random itu and at the shittiest time, we just don’t have any idea why we picked certain decisions. We made faults. We failed. But that’s just life. We admit our faults, learn from it and move on.
Ini beberapa pertanyaan-pertanyaan yang akan memudahkan lo untuk membuat life story lo sendiri:
  • Apa saja titik-titik krusial yang ada di hidup lo?
  • Kenapa titik-titik itu lo anggap krusial?
  • Apa alasan yang jadi background titik krusial itu?
  • Apa benang merah dari titik-titik itu?
Membuat life story seperti berada di checkpoint. Kalo hidup seperti jalan raya, sekali-kali kita harus sejenak stop dan minggir. Gunanya adalah untuk memisahkan kita dari rutinitas sehari hari dan menilai apakah hidup kita sudah berjalan ke arah yang  kita mau. Nah, topik selanjutnya adalah menentukan arah yang kita mau.

Menentukan Arah

bed, bedroom, furniture
Source: Jay Mantri via Pexels.com

Salah satu tools yang berguna untuk menentukan arah adalah “Begin with the end in mind”. Ini adalah salah satu step di 7 Habits of the Effective People dari Stephen Covey.

Bayangkan lo di saat-saat terakhir lo. Mungkin di tempat tidur sebuah rumah sakit atau rumah. Kemudian, lo dikelilingi oleh orang-orang yang penting bagi lo. Satu persatu, mereka menceritakan kenangan-kenangan mereka dengan lo. Lalu coba jawab pertanyaan ini:

  • Siapa aja yang hadir di saat-saat terakhir lo?
  • Bagaimana lo ingin diingat orang-orang tersebut? Tulis cerita yang akan mereka ceritakan tentang lo di saat-saat terakhir lo.

Pertanyaan pertama akan menjawab aspek-aspek yang ingin lo fokusin di hidup lo. Jika lo jawab pertanyaan pertama dengan keluarga, teman dan rekan kerja, maka jelas fokus hidup lo adalah untuk keluarga, sosial dan karir. Atau, siapa tau, lo ingin orang-orang live streaming saat-saat terakhir lo di TV. Who knows?

Poin kedua adalah mengenai goals di aspek-aspek tersebut. Setelah menentukan aspek kehidupan yang paling penting, maka selanjutnya adalah menentukan goals dari aspek tersebut. Apakah lo ingin dikenal sebagai orang tua yang baik? Rekan kerja yang super? Atau teman yang selalu ada? Poin-poin ini bisa lo dapet dengan membayangkan hal-hal yang akan diceritakan orang-orang terdekat di akhir hidup lo.

Setiap keputusan yang akan kita ambil ke depan sebaiknya sesuai dengan tujuan yang mau kita capai. Dengan pola pikir seperti itu, hidup kita bisa difokuskan ke hal-hal yang akan membantu kita untuk mencapai tujuan akhir.


Well, gue 100% paham bahwa yang gue omongin disini adalah ide-ide besar. On the side note, gue belum sampe di level yang gue omongin di atas. Gue masih banyak cacat di sana-sini. Tapi gue tau best practice-nya, jadi gue bisa kejar best practice itu setiap hari. Gue share disini siapa tau ada yang kehilangan arah dan introspeksi diri :p Well, you can ask me about anything in the comment section. You can get free update via email by writing your email in the right column.

Cheers!

Advertisements

3 thoughts on “Saat Lo Bingung dan Kehilangan Arah

  1. kalo bingung dan kehilangan arah itu pas zaman-zaman kuliah wktu belum “matang” kali ya masih nyari jati diri. Kalo udh masuk dunia kerja biasanya dah tahu tujuan (wlw berubah kdg). IKUTIN AJA KATA HATI yg nyaman dan sreg dijalani kalo gw sih.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s