Soal Demo 411

Gue abis nge-koordinasi demo 411. Alhamdulillah berjalan dengan lancar.

Hasil gambar untuk demo 411
Lo pasti tau gue yang mana. Ah elah. Image credit: Transsulawesi.com

Oke, gue bercanda. Tapi yang ini serius.

Statement Ahok menimbulkan bermacam-macam reaksi di dalam umat Islam. Melalui tulisan ini, gue coba untuk analisa reaksi dan mengkategorikannya. Sebelum gue menjelaskan mengenai kategori tersebut, ada baiknya untuk kita flashback ke video dan transkrip yang selama ini santer (dan mungkin sampe bosen) kita dengar.

“Kan bisa saja dalam hati kecil bapak ibu enggak bisa pilih saya. Karena dibohongin pakai surat Al Maidah 51 macem-macem gitu lho (orang-orang tertawa-red). Itu hak bapak ibu, ya.”

Secara harfiah, kalimat “dibohongin pakai surat Al Maidah 51” artinya adalah seseorang menggunakan surat Al Maidah 51 untuk menipu orang lain. Surat Al Maidah 51 diposisikan sebagai alat untuk menipu orang lain. Setuju sampai sini? Oke, kita coba analisa tipe-tipe manusia yang terbagi karena kejadian ini.

Umat Tipe A

Pertanyaan yang mengikuti kalimat tersebut adalah “Bisakah ayat Al Quran digunakan untuk menipu orang lain?”. Jawabannya adalah tergantung cara umat dalam memposisikan Al Quran, yaitu sebagai patokan saklek atau sebagai hal yang multi interpretasi. Patokan saklekyang gue maksud adalah Al Quran diartikan secara harafiah/tekstual, misal sifat-sifat suku atau ras lain yang dianggap selamanya seperti yang tertulis di Al Quran.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. – Quran.com

Jadi Al Maidah 51 benar-benar diartikan sebagai larangan untuk tidak menjadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin. Jika anggapannya seperti itu, maka tidak heran jika ada orang yang tersinggung jika Al Maidah 51 dianggap sebagai alat untuk penipuan, karena tidak peduli orang yang menyampaikan, umat Islam tidak boleh memilih pemimpin dari Yahudi dan Nasrani. Sehingga, kegiatan menyatakan bahwa ayat Al Quran itu kebohongan adalah penistaan agama. Orang-orang ini gue masukin ke tipe A.

Umat Tipe B

Tipe ini berpikir bahwa Al Quran itu multi intepretatif. Ayat-ayat Al Quran lumrah diartikan berbeda tergantung dari latar belaa pembacanya. umat tipe B ini juga lumrah jika banyak aliran Islam muncul akibat dari perbedaan intepretasi itu.

Dalam konteks ucapan Ahok, umat tipe B ini beranggapan bahwa Ahok menuduh ulama berperan dalam membohongi umat. Padahal di beberapa tempat, ulama dianggap memiliki derajat yang lebih tinggi. Kemudian, Ahok, yang diasumsikan tidak mengerti tentang Islam, menuduh ulama menggunakan ayat tersebut untuk kepentingan pribadi.  Jika tipe A menganggap Ahok menistakan ayat Al Quran, maka tipe B menganggap Ahok menistakan ulama. Baik tipe A maupun tipe B, mendukung diam-diam atau berpartisipasi dalam demo 411 kemarin.

Umat Tipe C

Umat tipe C ini ada karena adanya anggapan bahwa ulama juga manusia. Ulama juga rentan terhadap godaan duniawi. Jadi, mereka menganggap pertanyaan Ahok tidak salah. Jika ditilik dari sejarah, ada kok ulama yang memilih jalur politik kemudian terbukti bersalah melakukan korupsi.

A simple Google search helped me on this. Desember 2014, KPK melakukan operasi tangkap tangan pada RKH Fuad Amin, mantan bupati Bangkalan. Fuad adalah cicit dari Mbah Kholil, kyai besar yang pernah dimiliki Madua. Mbah Kholil atau Kyai Kholil adalah guru para pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Sedangkan ayah Fuad adalah KH Amin Imron, sosok kiai yang merupakan tokoh sentral PPP di tingkat nasional. Semasa remaja, Fuad bergabung organisasi Ikaatan Pelajar NU dan juga aktif berorganisasi di GP Ansor Bangkalan. Kemudian, menjad pengurus PCNU di kota yang sama (Rimanews.com). Uraian tersebut hanya menyasar satu titik; bagaimanapun latar belakangnya ulama tetap manusia yang bisa salah.

Kembali ke bahasan umat tipe C, umat ini tidak mungkin ikut demo 411 kemarin.

Kategorisasi diatas hanya untuk menunjukkan keberagaman pola pikir umat yang menurut gue lumrah. Perbedaan pemahaman atas agama Islam telah terjadi sejak jaman dulu, dan tidak ada gunanya pula untuk mempermasalahkannya sekarang. Gue gak perlu ngingetin mengenai perbedaan NU dan Muhammadiyah, kan? Lalu tidak menutup kemungkinan mengenai ajaran yang masuk dari keran internet, kan? Yang perlu dilakukan mengenai perbedaan-perbedaan itu adalah menghormatinya, seperti yang selama ini telah kita lakukan.

Jadi gue maklum jika ada umat Islam yang tersinggung dan demo karena statement Ahok, di luar adanya kepentingan politik. Meskipun ada yang bilang agama tidak perlu dibela, gue melihat agama bukan sebatas hubungan manusia-Tuhan, melainkan ada sisi institusional di situ. Apalagi ini agama Islam yang notabene mengatur hubungan antar manusia.

Uraian diatas sekaligus menjawab mengenai pandangan gue tentang statement Ahok. Ahok, menurut gue, kurang sensitif dan telah melukai sebagian umat Islam. Gue belum tahu mengenai kelanjutan proses hukumnya. Yang jelas, kejadian ini bisa menjadi pelajaran.


Thanks for reading this piece. It’s been a while actually. I’ve been busy starting my other side project. You can check it out here: onlokale.wordpress.com. I plan to write mostly pop-ish stuff there and specialize this blog only for deeper self reflection writing. Don’t forget to subscribe and share yah! Til next time!

Advertisements

2 thoughts on “Soal Demo 411

  1. kalau menurut saya pribadi.
    entah ahok benaratau salah, entah itu editan atau engga ahok tetep salah. karena saya tidak setuju politik membawa bawa soal agama.

    kedua, ahok sudah minta maaf dan mengakui kesalahannya. menurut saya pribadi seharusnya kita memaafkan. toh di agama kita/muslim wajib memaafkan org yg sudah minta maaf.

    ahok itu bukan musuh klita, dia adalah seorang pemimpin

    http://ringgarentcar.com

    Liked by 2 people

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s