Akhirnya Gue Selesai Ngepost 100 Foto di EyeEm

2016-12-17_12-30-29
Tiny.

Sebuah tes buat diri gue sendiri dalam mencoba hobi baru. Semenjak gue masih pake hape yang lama (Galaxy Ace III), gue emang udah ngepost beberapa foto di VSCO. Ya meskipun resolusinya yang belum sampe dua digit megapixel, ada aja foto yang featured on VSCO gallery. Hal itu semakin bikin gue seneng untuk ambil-ambil foto random. Prinsip yang gue pegang adalah “hal-hal yang di sekitar gue mungkin keliatan biasa aja bagi gue, tapi mungkin jadi gak biasa buat orang yang hidup di luar negeri sana”. So, that’s the beginning of this journey.

Technically, I still don’t have a fancy camera. Yet. I only use my 5 years old Canon IXUS 220 HS, which is an ultracompact camera and my phone. Both has 12-13 MP and just enough sensor. I done “post production”, I don’t think it’s even qualified to called it that, only in VSCO. Terbatas memang, tapi I’m happy with just sketchbook and pencil kind of guy.

EyeEm adalah platform/aplikasi photo gallery dengan fitur marketplace. Foto yang masuk dalam EyeEm dapat dijual di marketplace EyeEm atau, jika lolos kurasi, bisa dijual di Adobe Stock Photo, Getty Image dan Alamy. Posisi gue saat ini di EyeEm, gue udah upload 100 foto dan 21 foto masuk ke Premium Section. Gue sempet juga featured on Welcome Weekly; article mingguan untuk curated newbie.

Adakalanya kita bertemu dengan hal-hal baru yang buat kita excited. My case is photography, the other day it might be drawing, designing and such. Tidak ada salahnya juga untuk membuka kesempatan bagi diri kita untuk mencoba hal-hal baru selama hal tersebut positif dan membuat kita produktif.

Hobi adalah kegiatan di lain pekerjaan yang bisa sekalian untuk refreshing. Untuk menumbuhkan rasa ke-aku-an di  hidup yang terlalu sempit jika didefiniskan oleh titel pekerjaan saja. Apa sih. Anyway, apalagi kalo bisa buat hobi jadi pemasukan utama, it’s great. Tapi sebelum berpikir ke arah sana, gue berpikir dulu apakah investasi waktu gue ke hobi ini akan worth it. Gue ambil contoh soal fotografi ini. Gue udah ngelirik beli kamera baru, tapi gue coba dulu untuk tahan dan bikin “challenge” untuk diri sendiri. “Challenge” ini khususnya untuk melihat konsistensi dan willingness gue untuk mendalami hobi tersebut. Contohnya challenge untuk post 100 foto di EyeEm ini, or actually it’s 1000 photos so I got 900 left.

Selalu ada cara untuk menyikapi keterbatasan. Lo mungkin gak punya gadget yang paling canggih untuk ngebantu lo, tapi lo pasti punya hal lain yang unik. Ada komik unik dari zen comic yang lo harus baca soal ini, you can read it here. Ini transkripnya:

“You know,

I’ve either had a family, a job

Something has always been in the way

But now I’ve sold my house

I’ve found this place, a large studio

You should see the space and the light

For the first time in my life

I’m going to have a place and the time to create

NO BABY,

If you’re going to create..

You’re going to create whether you work 6 hours a day in a coal mine

Or you’re going to create in a small room with 3 children while you’re on welfare

You’re going to create with part of your mind and your body blown away

You’re going to create blind, crippled, demented

You’re going to create with a cat crawling up your back while the whole city trembles in earthquake, bombardment, flood and fire

Baby, air and light and time and space have NOTHING to do with it

And don’t create anything except maybe a longer life to find new excuses for.

(Charles Bukowski)

Gara-gara gak punya kamera yang bisa bikin bokeh bagus, gue belajar komposisi, pencahayaan dan lainnya.

Hasil gambar untuk bokeh bagus
The blurry background called “bokeh”. Image credit: kelasfotografi.com
#November
So Super proud of this shot.

Even the fact that I shoot with point and click camera and live in an equatorial country itself is unique. Ah ya, find your unique points is a must.

You can visit my EyeEm gallery here.


So yeah, it’s been a while. I find it hard to stick to one hobby at a time actually. I bury myself with lots of to-do-list and try to adjust my lifestyle to it. Everyday i try to find better approach to tackle all of those stuffs. How’s it going? I hope you all are fine! Connect with me by leaving comment below 🙂

Advertisements

9 thoughts on “Akhirnya Gue Selesai Ngepost 100 Foto di EyeEm

  1. Great work. Some unique photos to the world. Such as Indonesian Police, kids playing with the trolley. Also the unique point of view/composition: telling depth…the local ferris wheel, animals in museum in Medan. Cheers.

    Like

  2. Great photos you got there!

    I honestly loathe photographing salah satunya krn ngga punya decent camera yg bisa shot the moment perfectly (side notes: I’m a perfectionist lol shaaame). Then baca your blog post, ternyata bisa ya dr kamera yg ‘biasa aja’ ngehasilin foto yg keren asal tekniknya bener. Inspiring!! 👌 might trying to learn some photography techniques haha thank you!

    Like

    1. Yooo..
      Kalo mau belajar photography dengan alat yang terbatas, bisa mulai dari belajar composing and editing. Gue rekomendasi tutorial videonya Porter Yates di Skillshare dan seri School of Photography-nya EyeEm. Dua-duanya bahas soal objek foto dan komposisi, dan bisa dipraktekin pake kamera yang ‘biasa aja’.

      The good thing about using sub par camera is none expect me to take good pics so I inherently have this element of surprise 😀

      Liked by 1 person

  3. Iya gue setuju dgn keputusan yg lo ambil untuk tidak ‘gegabah’. Beda sama lo yg suka fotografi, kalo gue suka nulis, dan pas mulai aktif ngeblog tbtb kaya ada pikiran buat menjadikan kegiatan menulis itu sbg pekerjaan. Tapi gue pikir kayanya gue terlalu cepat dlm ambil keputusan, gue ngeri gak bisa konsisten. Akhirnya gue coba take a challenge gitu deh. Btw, foto² lo keren 👍

    Like

    1. Haha, gue mulai nulis di blog dengan nulis dari handphone. Setelah dapet momentumnya, baru beli laptop. Soal menjadikan kegiatan menulis sebagai pekerjaan, gue juga sempet terpikir tapi belum nemu formula yang tepat agar post-post gue lebih resourceful. Haha. Kalo gue maksa ngepost hampir tiap hari (which I did in mid 2016), tulisan gue lebih condong ke rants 😂😂😂 dan makin lama bahasan gue cuma ngulang-ngulang aja 😂😂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s