Bersih-bersih Lemari Awal Tahun 2017

Hari pertama di 2017, gue bersih-bersih. Setelah kena racun The Minimalist dan KonMari,  gue beres-beres rak buku dan baju. Sejak pindah dari Malang, ini pertama kalinya gue memilah baju bekas buat dikirim ke saudara yang lebih perlu. Selama ini,  baju-baju bekas itu gue simpen di kontainer. Kemudian, rak baju yang sekarang gue pake juga udah penuh. Gue pake open closet alias rak doang jadi sangat mencolok mata kalo ga beraturan. 

Harga 2 tahun yang lalu. Terakhir ngecek yang 2.159k turun jadi 1,5 jutaan. Gue pake yang kiri. 

Menurut The Minimalist,  barang-barang itu dibagi jadi need, want dan like.

  • Need: Keperluan sehari-hari alias sandang, pangan dan papan
  • Want: Hal-hal yang ingin kita miliki atau menunjang kegiatan yang kita ingin lakukan,  misalnya gitar yang baru gue beli -__-
  • Like: Hal-hal yang kita sukai atau menunjang kegiatan yanh kita sukai,  misalnya pensil warna faber castell yang dari dulu gue beli tapi belum sempet-sempet gue pake

Jadi resep the minimalist untuk hidup yang fokus adalah mengurangi semua want dan like. Mengurangi 50% need. Kemudian, sedikit demi sedikit, memilah-mila want yang sesuai dengan passion/tujuan hidup kita. Sounds easy, right? -__-

Selanjutnya adalah resep bersih-bersih ala KonMari. Gue belum baca sampai abis tapi poin yang gue inget adalah:

  • Bersih-bersih jangan dibagi per ruangan,  tapi per item. Misal: hari ini bersihin pakaian,  besok bersihin buku. 
  • Hanya sisakan pakaian yang menimbulkan kebahagiaan jika kita memakainya
  • Oya, mulailah dari pakaian dan hindari dulu barang-barang yang memiliki nilai sentimental

Metode yang gue pake adalah gue pilah pakaian bekas yang layak pakai untuk dikirim dan dibuang. Sebelumnya, pakaian bekas ini udah gue masukin kontainer selama setahun jadi gue tau kalo hidup gue bisa berjalan normal tanpa pakaian ini. Lalu, gue juga pilih buku yang akan gue baca di tahun 2017, sisanya gue masukin kontainer. Gue rada sayang kalo buang/donasi buku karena mimpi gue bikin perpustakaan di rumah 😀

Kemudian,  ada beberapa printilan berupa barang-barang yang gue pikir “sewaktu-waktu akan gue pakai” misal rangka laci, print out training,  kabel-kabel data,  charger handphone lama dan sebagainya. The Minimalist punya concern khusus sama barang-barang yang mereka sebut “just-in-case” things ini, bahwa barang-barang ini gak akan pernah dipake dan malah dilupain. Gue setuju,  makanya barang-barang tersebut gue masukin kantong sampah. 

Hal yang menarik lainnya adalah soal approach KonMari dan The Minimalists dalam membuang/mendonasikan pakaiannya. Keduanya berpikir bahwa pakaian bekas tersebut sudah menunaikan tugasnya. Jika ada pakaian yang kita beli tapi belum pernah kita pakai dan akan kita buang/donasikan, The Minimalist menganggap pakaian tersebut sudah memberikan kepuasan saat kita membelinya. Maka, mengutip KonMari, ucapkanlah terima kasih saat memasukkan barang tersebut ke kantong sampah/donasi. 

Dua kantong buat donasi

Hasil bersih-bersih adalah 3 kantong sampah yang akan dibuang dan 2 kantong yang buat donasi. Sebagai orang yang gak punya barang banyak, gue kaget dengan hasil ini. Tanpa gue sadari, gue ternyata suka nyimpen hal-hal yang ga ada gunanya. Misalnya: plakat penghargaan dari kantor. Gue gak pernah ada rasa bangga saat masuk tim khusus tapi gue dapet plakat saat penugasan selesai. Layaknya orang normal,  gue pajang plakatnya di atas meja kerja. Padahal plakatnya gak bikin gue seneng. Tanpa pikir panjang,  gue tadi masukin plakatnya ke kantong sampah. 

Gue masih punya PR untuk ngebersih-bersihin barang-barang sentimentil yang sebenernya gak ada gunanya juga. Misalnya… Berlembar-lembar tiket nonton yang entah kenapa gue simpen padahal gue udah lupa memori spesifiknya -__-

Anyway,  gue nulis ini dari handphone dengan harapan gue bisa simplifikasi proses nulis gue yang akhirnya memperbanyak frekuensi sharing. Mohon feedback jika ada masalah/ketidaknyamanan saat membaca ya. Gue pengen tahu juga soal barang-barang aneh tapi sentimentil yang lo simpen. Pasti ada yang simpen surat buluk dari pacar/mantan -__-

Advertisements

4 thoughts on “Bersih-bersih Lemari Awal Tahun 2017

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s