Community Hub: Ada Ga Sih di Sekitar Kita? 


Saya dengar pertama kali istilah community hub dari siaran podcast. Setiap kali ke luar kota, si penyiar selalu menyempatkan diri untuk pergi ke local coffee shop karena banyak orang yang berkumpul di sana. Jadi,  si penyiar ini berharap bisa dapat kenalan baru dan opportunity baru tentunya. Konsep ini lama ada di pikiran saya, saya ingin pergi ke tempat yang orang-orangnya mau open. Entah kenapa, saya belum nemu tempat seperti ini. 
Tempat yang paling mendekati community hub paling warkop. Orang-orang dari segala macam penjuru mampir di warkop dan ngobrol seenaknya. Tanpa perlu kenalan, orang mendadak akrab. Saya dulu sering sekali menghabiskan waktu di warkop, entah cuma buat ngopi sambil main handphone atau bahkan baca buku. Saya biasanya baru pulang ketika abang warkop sudah keterlaluan ngelantur. Sejak pindah dari area kampus, saya jadi kangen dengan tempat semacam itu. Tempat saya bisa nguping pembicaraan orang lain dan ngejudge dalam hati 😂. 

Akhir-akhir ini, saya sering ke kafe/coffee shop sendiri. Kalau saya perhatikan, orang yang datang ke kafe/coffee shop sendiri dengan tujuan untuk mingle itu jarang. Orang kebanyakan datang dengan pasangan dan kelompok. Kalaupun sendiri, biasanya sibuk dengan pekerjaan. Apa mungkin kenal dengan orang di kafe/coffee shop bukan jamannya lagi? 

Beberapa waktu lalu, saya juga signed up di Meetup just for the sake of meeting with people with the same interest. Aplikasi sosial khusus jika ada event-event terdekat terkait interests saya. Salah satu yang menarik adalah ajakan trip. Hampir setiap minggu ada saja open trip. Tapi karena (alasan) saya harus cuti jika berangkatnya Jumat malam, maka saya skip

Sebagai introvert akut, lingkaran pertemanan saya almost non existent. Nihil. Makanya, saya ingin menjauh sedikit dari ke-introvert-an saya dan nyemplung ke lingkungan yang mengharuskan interaksi. I think it’ll be fun. Jadi, ini pertanyaan saya:

  • Selain teman kerja, kuliah dan sekolah, adakah lingkaran pertemanan lain yang kalian punya? 
  • Kalau ada, kenal darimana? Dan atas dasar apa? 

Anyway,  kafe/coffee shop favorit saya yang enak buat ngadem dari panasnya Depok: Casa Kalea dan Ranah Kopi. I’ll most likely be there on Sunday afternoon :mrgreen:

Advertisements

8 thoughts on “Community Hub: Ada Ga Sih di Sekitar Kita? 

  1. Lingkaran pertemanan lain dari hobi biasanya. Nah kalo mau dijalanin luar biasa komunitasnya banyak.. gw ngeliput komunitas terus soalnya jd ketemu langsung mereka, lima ratus lebih kali jumlah komunitas nya. Dari hobi sama biasanya lebih gampang ngobrol.. dan buat event sebagai medium biasanya social media macam IG, FB, Twitter jd penghubung komunikasi biar komunitasnya jalan..

    Komunitas traveling lebih bnyk lagi. Di IG aja tiap bulan bisa nyari temen naik gunung bareng klo gak mau ikut open trip..

    Like

  2. wah masalah yang sama juga saya alamin sekarang. Semenjak lulus kuliah dan mulai bekerja, untuk mencari lingkaran pertemanan baru memang cukup sulit.

    Sempet mencoba mencari komunitas melalui akun social media dan sudah menemukan beberapa yang menarik. Tetapi entah kenapa pengen mencoba mencari kenalan melalui warung kopi hehehe

    Like

    1. Haha. Saya kurang update dengan semua hal di sosmed. Kayanya memang ketemu dan komunikasi via sosmed dan baru ketemu tiap ada event. Kalo cari kenalan di warkop, ketemunya makelar rumah dan preman mulu, om. Haha 😂😂😂

      Like

  3. Memang sih, dari medsos kita bisa mingle dengan orang-orang baru.
    Tapi ya.. rasanya itu memang beda dengan dapat kenalan langsung di tempat-tempat yang ‘seharusnya’ jadi community hub. Coffee shop sekarang dipenuhi orang-orang sok ideologis dan sok misterius. Kalo nggak cuek bebek ya ngelantur…

    But, some friends did mention somewhere in Ubud, Bali. Katanya di sana community hub yang kayak surga buat para blogger, fotografer, traveler dan sejenisnya.

    Liked by 1 person

  4. “Sebagai introvert akut, lingkaran pertemanan saya almost non existent. Nihil. Makanya, saya ingin menjauh sedikit dari ke-introvert-an saya dan nyemplung ke lingkungan yang mengharuskan interaksi. I think it’ll be fun.”

    Ini gw banget juga bang :v wkwk baru sadar gw, gw gak boleh lama lama jadi introvert dan ada di zona nyaman.

    Alhamdulillah, akhir tahun kemarin bisa nyemplung ke “Islamic Otaku Community” (Grup yang suka jejepangan, anime/manga stuff bagi para muslim/muslimah),walaupun baru ikut Gathering sekali, sih. But, it’s fun ^^

    Emang sih, yang gampang cari community hub, itu bener, dari yang se-hobi ^^

    Panjang amat, yah (lah ini gw malah curhat) hehe

    Liked by 1 person

      1. Gpp bang.

        Lebih baik telat, drpd gak sama sekali ^^ hehe

        Sebagai introvert akut, Alhamdulillah disadarkan pada setahun terakhir ini untuk take action berubah saja, sudah Alhamdulillah sekali…

        Saatnya keluar dari zona nyaman ^^

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s