La La Land. Duh. 

Awalnya saya pikir, film ini adalah tipe film yang bisa bikin saya warm and fuzzy. I was expecting lots of laugh, good musics and all but this movie left a big hole in my chest


Ibarat makanan, La La Land adalah cappuccino hangat dengan latte art manis dan kopi yang kuat. Visual La La Land manis, setiap scene-nya aesthetically pleasing. Scene favorit saya adalah scene  planetarium. Saya ingat itu scene surealis pertama. Sapu tangan Seb (Ryan Gosling) jatuh dan tiba-tiba terbang seperti burung. Lalu,  Seb dan Mia (Emma Stone) pun ikut terbang dan berdansa berlatar bintang. Dreamy.
La La Land berlatar di Los Angeles (Awalnya saya pikir mirip Los Santos. Duh.). Campuran antara jaman dulu dan sekarang menjadi daya tarik tersendiri. Mobil klasik Seb dan gaya berpakaiannya yang ketinggalan jaman berbanding terbalik dengan mobil Prius dan Iphone Mia. Banyak latar yang remarkable,  misalnya jazz club Lighthouse Cafe sempat buat saya tertarik untuk mencari jazz club di Jakarta. Lalu,  latar di scene Epilogue yang ternyata dibangun manual ala Hollywood tahun 50an. 

Alih-alih digambarkan sebagai manic pixie dream girl, tokoh Mia digambarkan sebagai wanita cakap yang punya mimpi tinggi. Emma Stone mampu untuk membuat Mia jadi tokoh yang lovable bagi semua cowok dan relatable bagi semua cewek. Haha. Jika ada yang menganggap Summer di 500 Days of Summer adalah tokoh yang brengsek, mungkin Mia adalah tokoh yang forgiveable. Padahal keduanya adalah tokoh yang sebelas-dua belas. 

Ide cerita La La Land bukan merupakan ide yang baru. 500 Days of Summer mengangkat konflik yang hampir sama. Mia dan Seb bertemu saat keduanya sedang mengejar mimpi. Mia merupakan barista yang keluar dari sekolah demi mengejar karir sebagai aktris. Seb adalah musisi jazz yang ingin punya tempat untuk bermain pure jazz dan klubnya sendiri. Kemudian, mereka jatuh cinta. Seb lalu mendapatkan kesempatan untuk berkarir di jazz meskipun harus merelakan idealisme-nya. Sedangkan Mia harus jatuh bangun mengejar karir acting-nya. Lalu, hidup pun mengambil alih. 

My relationship with my gf of 7 years has been a roller coaster lately because of this grow apart thingy. And me being super smart, decided to watch this movie without read the synopsis first. Before the climax, I still thought I could recommend this movie as a way to start a conversation 😂😂. The ending is a hard landing to reality tho. It swang a hammer right into my chest, gave it a slight hope, and swang it again 😂😂. 

Nb: The soundtrack is already available on Spotify! 🎆🎆🎆


Advertisements

7 thoughts on “La La Land. Duh. 

  1. Hehe.. aku juga pacaran selama tujuh tahun sebelum akhirnya married mas.
    Tapi sejujurnya aku masih lebih suka 500 days of summer.
    Film surreal begini agak membuat perutku naik, efek yang mirip waktu dipaksa nonton film India.

    Like

  2. Menurut saya ending film ini yang bikin keseluruhan film jadi berkesan. I mean, kalo Seb ber-ending dengan Mia pasti saya mikirnya.. oh, yaudah, pasti mereka berdua hidup bahagia sampe tua *sambil manggut-manggut*. Tapi dengan ending yang kaya gitu, jadi mikir. Dalem. Kaya gitu ya yang namanya hidup..

    Like

    1. Bener sih, setuju. Rata-rata film yang punya ending berkesan itu punya sad ending; contoh lainnya: Her 😑
      Saya juga salut dengan penggambaran karakter Mia yang gak menye-menye dan akhirnya sukses tanpa harus bergantung ke Seb. 👌👌👌
      Anyway, rentetan flashback dengan alternate reality yang menggambarkan “happy ending” itu cukup menohok 😂😂. Yang suka happy ending harus keluar studio sebelum flashbacknya selesai. 👌👌👌

      Like

      1. Okay, cus donlot Her hehe
        Bener banget, Emma Stone sukses juga ngebawain perannya.
        Sejujurnya part rentetan flashback itu favorit sayaa, siapa sih yg ga suka ‘happy ending’?

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s