Apa Kabar Resolusi Tahun Baru?

wp-image-258001755jpeg.jpeg

Yo!

Menginjak minggu ketiga bulan Januari 2017, apa kabar resolusi tahun baru kamu? Lancar semua atau terseok-seok? Haha.

Yang pasti, ada beberapa resolusi tahun baru saya yang terseok-seok. Salah satunya adalah olahraga. Pada awalnya, saya memasukkan olahraga ke resolusi tahun baru karena, beberapa bulan terakhir, saya sudah tidak rutin olahraga lagi. Ternyata ada alasan yang lebih gawat dari itu. Dua minggu lalu, saya menimbang berat badan di rumah sakit dan hasilnya berat badan saya di 68 kilogram, which is +3 kilo di atas normal. Ini juga menjawab pertanyaan celana saya yang tiba-tiba sempit. Duh. Akhirnya, saya harus mengambil langkah drastis untuk olahraga lagi.

Resolusi saya yang jalannya lancar hanya resolusi fotografi dan menjaga konsumsi kopi. Karena belum terbiasa, saya jadi sering mengantuk dan mudah capek. Tapi, sakit kepala gara-gara mengurangi kopi sudah tidak ada lagi. Efek samping lainnya adalah terbengkalainya proyek lain. Misalnya menulis di blog ini. Setelah dipikir-pikir, banyak tulisan di blog ini yang saya tulis akibat saya kebanyakan kopi. Saya jadi stress, jadi saya tulis soal Daily Meditation dan semacamnya. Nevertheless, saya mengubah strategi dengan meminum kopi sebelum saat-saat krusial saja, misalnya sebelum olahraga.

Sebelumnya, saya sempat cerita di post ini kalau saya rutin olahraga di rumah dulu sebelum rutin olahraga di gym karena saya mengejar konsistensi. Saya sempat mencoba menerapkan strategi itu lagi tapi gagal, haha, karena terlalu banyak godaan di rumah. Misalnya: kasur. Akhirnya saya identifikasi lagi alasan-alasan saya gagal olahraga rutin. Salah satunya adalah karena sepatu olahraga saya rusak. Jadi, saya ganti sepatu yang rusak tersebut. Dan untuk melawan godaan di rumah, saya daftar di gym sekitar rumah, meskipun saya baru bisa ke gym setelah pulang kantor atau jam 20:30-an. Untuk beberapa minggu awal ini, saya hanya melakukan light workout agar badan tidak kapok olahraga. Haha.

Jika ada  salah satu resolusi gagal, salah satu alasannya adalah mungkin kamu terlalu banyak resolusi. Saya pernah baca buku The Happiness Project-nya Gretchen Rubin. Si Gretchen Rubin ini adalah seorang ibu yang berpikir bahwa hidupnya sebenarnya bisa lebih bahagia. Jadi, dia melakukan sebuah proyek “Happiness Project” selama setahun penuh. Rubin menetapkan goal-nya per bulan dan berusaha untuk membentuk kebiasaan dari goal-nya tersebut. Ini contoh goal-nya Rubin:

  1. January : Boost Energy | Vitality
  2. February : Remember Love | Mariage
  3. March : Aim Higher | Work
  4. April : Lighten Up | Parenthood
  5. May : Be Serious About Play | Leisure
  6. June : Make Time For Friends | Friendship

Setiap bulannya, Rubin me-breakdown lagi tema tersebut menjadi kebiasaan-kebiasaan yang harus dia bentuk. Misal: Di bulan Januari, Rubin menetapkan 5 kebiasaan ini untuk me-boost energinya:

  • Go to sleep earlier
  • Exercise better
  • Toss, restore, organize
  • Tackle a nagging task
  • Act more energetic

Nah, kebiasaan ini akan ditambah setiap bulannya sesuai dengan tema bulan tersebut. Pada akhir tahun, kebiasaan tersebut akan berakumulasi dan mengubah hidup secara drastis. Dengan cara fokus pada satu hal setiap bulannya, Gretchen meminimalisasi kemungkinan gagal. Ketika bulan berganti, kegiatan bulan sebelumnya sudah menjadi kebiasaan sehingga lebih “mudah” untuk dilakukan. Ini resep Gretchen Rubin untuk menerapkan kebiasaan baru.

Ada yang mau share problem resolusi tahun barunya? 😀

Advertisements

2 thoughts on “Apa Kabar Resolusi Tahun Baru?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s